Aceh Besar Jadi Pusat Peresmian 980 SPPG untuk Perluas Layanan Gizi
ACEH BESAR — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mendukung pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Peresmian SPPG dilaksanakan di SPPG 3T Yayasan Meugah Kana Gizi, Leupung, pada Rabu, 14 Oktober, yang dipusatkan di Aceh Besar dan diselenggarakan serentak di 16 provinsi.
Peresmian serentak dan cakupan unit
Kegiatan peresmian dipimpin Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Besar, M. Ali, serta dihadiri unsur legislatif dan Forkopimda setempat.
Secara keseluruhan, BGN meresmikan 980 SPPG yang tersebar di beberapa pulau. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- 691 unit di wilayah Sumatera
- 289 unit di wilayah Kalimantan dan Bali
"Totalnya ada 980 SPPG diresmikan secara serentak di 16 provinsi. Pusatnya di sini, di Aceh Besar, di Provinsi Aceh,"
Target program MBG dan hasil awal
Pengembangan SPPG merupakan bagian dari perluasan jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk anak sekolah di daerah 3T dan wilayah stunting tinggi. Sebelumnya, BGN juga telah meresmikan 480 dapur di daerah serupa.
Menurut laporan BGN, sebelum program MBG berjalan sebanyak 56 persen peserta didik berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar. Setelah pelaksanaan MBG, angka itu turun menjadi 16 persen.
"Alhamdulillah dengan adanya program MBG ini, dari 56 persen peserta didik anak sekolah yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar, itu kemudian turun menjadi 16 persen,"
BGN menegaskan target jangka panjangnya adalah menekan angka tersebut hingga nol persen, agar tidak ada lagi anak yang berangkat sekolah dalam keadaan lapar.
Dukungan pemerintah daerah dan harapan ke depan
Kehadiran pejabat daerah mempertegas dukungan pemerintah kabupaten terhadap layanan gizi. Asisten II Sekdakab Aceh Besar, M. Ali, menyatakan dukungan itu untuk memperluas layanan dan mendukung program nasional di tingkat lokal.
"Keberadaan SPPG di kawasan Leupung diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mendukung pelaksanaan program nasional di daerah,"
Melalui sinergi pusat dan daerah, pengembangan SPPG diharapkan meningkatkan akses masyarakat terhadap pemenuhan gizi, mendukung tumbuh kembang anak, serta memperkuat upaya pencegahan stunting di daerah 3T.
Peresmian yang melibatkan perwakilan daring dari beberapa provinsi menandai langkah koordinasi nasional untuk mempercepat pemerataan layanan gizi dan memperkuat ketahanan gizi anak di seluruh daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Warga Aceh Tenggara Mendesak Perbaikan Jembatan Mbarung dan Natam
Puluhan ribu warga Aceh Tenggara mendesak prioritas perbaikan jembatan Mbarung dan Natam agar akses utama em...
Kecelakaan Beruntun di Perbaungan, Sopir Angkot Tewas
Kecelakaan beruntun di Perbaungan menewaskan sopir angkot KUPM dan melukai sembilan orang; polisi amankan ba...
Kabut Asap: Kualitas Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat
BMKG: kualitas udara Medan masuk kategori tidak sehat; Dinkes Sumut imbau warga kurangi aktivitas luar dan l...
Kabut Asap Selimuti Rantauprapat, BMKG: PM2.5 Masuk Kategori Sedang
BMKG Sumut: kabut asap meluas di Rantauprapat; visibilitas turun 1–4 km dan PM2.5 berkategori sedang–tidak s...
Polda Sumut Periksa Penyidik Usai Praperadilan Dhody Thahir
Polda Sumut akan periksa penyidik Dit Reskrimum setelah PN Medan menyatakan penetapan tersangka Dhody Thahir...
PN Medan vonis 4 terdakwa sabu 1 kg, Pikram dipidana 20 tahun
PN Medan vonis empat terdakwa kasus sabu 1 kg; Pikram dihukum 20 tahun, tiga lainnya 15 tahun dengan denda R...