Maruarar: Serapan Program Perumahan Sulsel Dinilai Baik
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan Sulawesi Selatan menunjukkan serapan program perumahan yang baik setelah evaluasi nasional, Kamis, 17 September 2026, di Jakarta. Evaluasi dilakukan secara daring bersama empat gubernur dan jajaran Kementerian PKP untuk menilai program yang dibiayai APBN maupun non-APBN.
Hasil evaluasi dan cakupan program
Evaluasi melibatkan Gubernur Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung, serta Kepala Balai dan Satuan Kerja Kementerian PKP dari seluruh Indonesia. Pemeriksaan mencakup program berbasis APBN, seperti bedah rumah dan pembangunan rumah khusus di daerah terdampak bencana, serta program non-APBN, termasuk dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Menurut Maruarar, beberapa daerah menunjukkan penyerapan anggaran yang baik, dan Sulawesi Selatan termasuk daerah dengan capaian yang menonjol.
Kalau saya lihat tadi yang serapannya bagus, baik ya, di antaranya adalah Sulawesi Selatan baik. Itu yang kalau saya lihat sangat sangat baik
Faktor penentu pelaksanaan
Maruarar menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program perumahan di daerah. Ia menekankan perlunya peningkatan integritas, kompetensi, dan komunikasi antar Kepala Balai untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan.
Ya, pengetahuan yang sama, tugas yang sama, memang kualitas leadership itu memang tidak sama. Itu saya rasa juga harus kita bisa terima, tetapi juga kita terus tingkatkan supaya bisa makin meningkat
Dengan kata lain, kesamaan tugas tidak otomatis menjamin kualitas kepemimpinan yang seragam. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi pelaksanaan program.
Integritas dan langkah ke depan
Maruarar juga menegaskan bahwa integritas dan komitmen antikorupsi menjadi prioritas dalam seluruh program kementerian. Ia menyatakan sikap nol toleransi terhadap pelanggaran, sebagai upaya mempertahankan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program perumahan.
Saya pikir soal integritas, antikorupsi, itu adalah nomor satu. Ya, kita tidak ada toleransi terhadap itu
Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata. Pemerintah juga berupaya menyederhanakan aturan yang menghambat agar penyerapan program dapat berlangsung lebih cepat dan lebih efisien.
Dengan langkah peningkatan kapasitas dan penyederhanaan regulasi, diharapkan serapan program di daerah-daerah lain dapat meningkat mengikuti capaian Sulawesi Selatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Distribusi MBG 3B di Indramayu Capai 80–90%: Menteri Wihaji
Menteri Wihaji menyebut distribusi MBG 3B di Indramayu mencapai 80–90% melalui 4.000 TPK berdasar Perpres 11...
Penyelamatan Orangutan Terdampak Karhutla di Kalbar
BKSDA Kalbar dan YIARI mengevakuasi tiga orangutan terdampak kebakaran di Kayong Utara pada 17 September 202...
Bahlil Minta Pengendara Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi
Menteri ESDM Bahlil meminta warga mampu, termasuk pemilik mobil mewah, untuk tidak memakai BBM subsidi agar...
Bahlil: BUK Migas Akan Bertanggung Jawab Langsung ke Presiden
Menteri ESDM Bahlil menyatakan BUK Migas akan bertanggung jawab langsung ke Presiden Prabowo dan fokus pada...
PKP Jajaki Kerja Sama Tiongkok untuk Bangun 10 Rusun
Kementerian PKP menjajaki kerja sama dengan Tiongkok untuk membangun rusun di 10 titik kota satelit; pembaha...
DVI Identifikasi 5 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
Lima jenazah korban KMP Virgo Transport 8 diidentifikasi oleh tim DVI dan telah diserahkan ke keluarga pada...