Wamenbud Apresiasi Karya Fotografi di Pameran Constelaciones Vivas
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memberi apresiasi pada fotografi Indonesia yang dipamerkan dalam Constelaciones Vivas di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026. Pameran ini mempertemukan fotografer Indonesia dan Amerika Latin untuk merekam cerita serta keberagaman budaya melalui visual.
Penghargaan terhadap kekuatan fotografi
Giring menilai fotografi mampu menghadirkan momen sekaligus membuka ruang tafsir bagi tiap pengunjung. Ia mengatakan proses pembuatan karya yang dipamerkan memperkaya pemahamannya terhadap praktik fotografi kedua wilayah.
"Saya sangat menghargai para fotografer Indonesia dan Amerika Latin yang menghadirkan cerita melalui karya fotografi mereka. Satu bingkai mampu mengabadikan momen dan dapat dipersepsikan berbeda sesuai pengalaman setiap orang,"
Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pameran Constelaciones Vivas: Stories and Identity of Latin America di Galeri Nasional Indonesia.
Peran duta besar sebagai pemandu
Selain karya fotografi, pameran menghadirkan interaksi langsung antara pengunjung dan duta besar negara-negara peserta. Mereka berperan sebagai pemandu serta menjelaskan elemen budaya masing-masing negara.
"Para duta besar menjadi pemandu setiap area dan menjelaskan kultur, alam, serta busana negara masing-masing kepada pengunjung,"
Dengan cara ini, pengunjung memperoleh gambaran lebih dekat mengenai kultur, alam, dan busana dari negara-negara Amerika Latin yang tampil.
Pameran sebagai ruang dialog budaya
Giring menekankan bahwa hubungan antarmasyarakat penting untuk membangun pemahaman dan kerja sama antarnegara. Ia menyebut pameran fotografi sebagai media efektif untuk mempertemukan cerita lintas budaya.
"Inilah koneksi antarmasyarakat yang penting untuk membangun pemahaman dan hubungan baik dengan negara-negara sahabat,"
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan kebudayaan membuka kesempatan saling belajar tentang keberagaman cara hidup masyarakat dunia.
Dampak bagi publik dan kebijakan kebudayaan
Pameran ini memberi kesempatan publik menikmati karya sekaligus memahami cerita yang hadir melalui setiap bingkai. Menurut Giring, kementerian dapat memanfaatkan kegiatan semacam ini untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan membangun kedekatan dengan masyarakat berbagai negara.
Secara keseluruhan, Constelaciones Vivas menjadi ruang pertemuan budaya yang memperkaya pengalaman publik melalui fotografi dan dialog antarbangsa.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Park Jinyoung Dikabarkan Ditawari Peran di Drama 'Hash's Shinru'
Park Jinyoung dan Jeon So Young dikabarkan ditawari peran utama di drama romantis sejarah 'Hash's Shinru', a...
Resident Evil 2026 Tayang di Indonesia, Tanpa Post-Credit
Resident Evil 2026 tayang 16 Sep 2026 di Indonesia; reboot ini berdurasi 97 menit, ber-rating D17, dan tidak...
FFI 2026 Umumkan 15 Film Lolos Tahap Nominasi
FFI 2026 mengumumkan 15 film cerita panjang lolos Tahap Nominasi; seleksi melibatkan 12 asosiasi dan nominas...
King Lear Jadi Momentum Diplomasi Budaya Indonesia–Jepang
Bambang Prihadi menggagas pementasan King Lear bersama Suzuki Company Toga dan Yayasan Bumi Purnati untuk me...
Tadashi Suzuki Puji Aktor Indonesia di Pementasan King Lear
Tadashi Suzuki memuji aktor Indonesia dalam pementasan King Lear di Gedung Kesenian Jakarta, 16 September 20...
Collagena Luncurkan Smoothies Sehat di Bioskop Cinépolis
Collagena dan Cinépolis luncurkan Collagena Smoothies berkolagen tanpa gula tambahan, tersedia di 21 bioskop...