KAI Operasikan 113 PLTS, Kapasitas 4,43 MWp di 92 Lokasi
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengoperasikan 113 unit PLTS pada 92 lokasi aset dengan total kapasitas terpasang 4,43 MWp. Pengumuman resmi disampaikan pada 17 September 2026; pembangkit ini diperkirakan menghasilkan antara 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh listrik per tahun untuk mendukung efisiensi operasional perkeretaapian.
Peningkatan kapasitas bertahap sejak 2022
Manajemen menyatakan pengembangan PLTS dilakukan secara bertahap mulai 2022. Pada tahap awal kapasitas yang terpasang tercatat lebih kecil, lalu meningkat signifikan pada tahun-tahun berikutnya.
| Tahun | Catatan Kapasitas |
|---|---|
| 2022 | Awal pemasangan: 206 kWp |
| 2023 | Kapasitas meningkat menjadi 1.314,30 kWp |
| 2024 | Penambahan sebesar 1.914,20 kWp |
| 2025 | Penambahan sebesar 996,15 kWp |
| 2026 | Rencana perluasan: 500 kWp |
Sebaran instalasi di fasilitas KAI
Instalasi PLTS tidak hanya dipasang di stasiun, tetapi juga di fasilitas pemeliharaan dan operasional. Implementasi dipetakan untuk menjangkau titik-titik yang mendukung operasional harian.
| Jenis Lokasi | Jumlah Lokasi | Kapasitas Terpasang |
|---|---|---|
| Stasiun | 62 lokasi | 1.759,90 kWp |
| Balai Yasa | 10 lokasi | 1.786,50 kWp |
| Lainnya (kantor, depo, record center) | — | Terpasang di berbagai fasilitas operasional |
Alasan dan tujuan pemanfaatan energi surya
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa energi menjadi aspek penting dalam menjaga kelancaran layanan kereta api. Penggunaan PLTS bertujuan meningkatkan efisiensi dan mengurangi jejak lingkungan operasi KAI.
"Kereta api membutuhkan dukungan infrastruktur yang andal agar perjalanan masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan optimal. Pengelolaan energi menjadi salah satu aspek penting dalam operasional perkeretaapian," kata Anne Purba.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen evaluasi pengelolaan aset dan inovasi energi untuk layanan yang lebih andal dan berkelanjutan.
"KAI akan terus mengevaluasi berbagai peluang inovasi dalam pengelolaan energi dan aset perusahaan. Melalui pemanfaatan teknologi, KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang semakin efisien, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Wisnu Pramudya.
Implikasi keberlanjutan dan langkah ke depan
Dalam Laporan Keberlanjutan KAI 2025, penggunaan listrik dari solar panel dimasukkan sebagai indikator utama kinerja energi. Langkah ini bagian dari strategi efisiensi untuk mendukung sistem transportasi rendah karbon.
Penerapan teknologi ramah lingkungan menunjukkan kesiapan infrastruktur rel menghadapi kebutuhan operasional masa depan. KAI berencana melanjutkan perluasan kapasitas PLTS sambil terus mengevaluasi efektivitas dan peluang inovasi energi di seluruh aset perusahaan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
MIND ID Percepat Hilirisasi Mineral untuk Perkuat Penerimaan Negara
MIND ID mendorong hilirisasi mineral dan proyek strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas serta me...
Rupiah Anjlok pada Penutupan 17 Sept, Tekanan Konflik dan Suku Bunga
Rupiah turun 0,32% ke Rp17.753 pada penutupan 17 Sept, tertekan konflik Timur Tengah dan ekspektasi suku bun...
JITEX 2026 Resmi Dibuka, Dorong Jakarta Jadi Kota Global
JITEX 2026 dibuka 16-19 Sept di Kemayoran, mempertemukan pelaku usaha, buyer, dan investor untuk dorong Jaka...
INKOPPAS Targetkan 2.800 KOPPAS Masuk Ekosistem Digital
INKOPPAS luncurkan INKOPPAS Link dan bidik digitalisasi 2.800 KOPPAS mulai dari KOPPAS Cibubur, untuk perlua...
INKOPPAS Link Bidik Digitalisasi 2.800 KOPPAS
INKOPPAS meluncurkan INKOPPAS Link di KOPPAS Cibubur (17 Sep 2026) untuk mendigitalisasi sekitar 2.800 KOPPA...
RPOJK Demutualisasi BEI Tunggu Harmonisasi Kementerian Hukum
OJK: RPOJK Demutualisasi BEI sudah harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan menunggu penyelesaian sebelum di...