MIND ID Percepat Hilirisasi Mineral untuk Perkuat Penerimaan Negara
Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) mendorong percepatan hilirisasi mineral, peningkatan produksi, dan perbaikan tata kelola untuk memperbesar nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat penerimaan negara. Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI.
Strategi dan tujuan penguatan
Maroef menyatakan optimalisasi dilakukan lewat pengembangan industri terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengelolaan komoditas strategis nasional. Ia menekankan bahwa target bukan sekadar kinerja perusahaan, tetapi juga penciptaan nilai tambah, lapangan kerja, penguasaan teknologi, dan peningkatan penerimaan negara.
Angka kontribusi ekonomi
Berdasarkan laporan perusahaan, MIND ID mencatat capaian ekonomi yang signifikan. Angka ini menunjukkan peran korporasi dalam menghasilkan nilai ekonomi bagi negara dan masyarakat.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Generated Economic Value | Rp185,16 triliun |
| Distributed Economic Value | Rp180,30 triliun |
| Total pembayaran kewajiban kepada pemerintah | Rp32,82 triliun (dividen, pajak, dan kewajiban lainnya) |
Proyek hilirisasi strategis
Grup MIND ID mengembangkan sejumlah proyek yang diarahkan memperluas basis industri nasional dan meningkatkan nilai tambah komoditas mineral di dalam negeri. Proyek-proyek itu antara lain:
- Ekosistem bauksit, alumina, dan aluminium terintegrasi
- Pemurnian dan pencetakan emas logam mulia
- Ekosistem baterai untuk kendaraan listrik
Peran dalam ketahanan energi
Selain hilirisasi, MIND ID berperan menjaga ketahanan energi nasional melalui anak usaha PT Bukit Asam. Perusahaan ini secara konsisten memenuhi bahkan melampaui kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) untuk menjaga pasokan batu bara bagi pembangkit listrik nasional.
Dukungan DPR dan implikasi kebijakan
Komisi XII DPR RI memberikan dukungan terhadap upaya MIND ID memperkuat tata kelola pertambangan, mempercepat hilirisasi, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Komisi juga mendukung kepastian penerapan DMO serta penguatan tata niaga komoditas strategis seperti emas agar lebih transparan dan berkeadilan.
"Bahwa negara menguasai sumber daya alam, diolah sendiri, menjadi industri, menciptakan nilai tambah, sampai tujuannya adalah kemakmuran rakyat,"
Kutipan di atas disampaikan oleh anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, saat RDP.
Maroef menegaskan MIND ID siap menerima mandat lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam nasional, dengan dukungan sumber daya manusia, teknologi, pengalaman operasional, dan jaringan industri. Sinergi antara pemerintah, DPR, dan MIND ID dinilai penting agar kekayaan mineral dapat memberi nilai tambah lebih besar bagi perekonomian.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
JITEX 2026 Resmi Dibuka, Dorong Jakarta Jadi Kota Global
JITEX 2026 dibuka 16-19 Sept di Kemayoran, mempertemukan pelaku usaha, buyer, dan investor untuk dorong Jaka...
INKOPPAS Targetkan 2.800 KOPPAS Masuk Ekosistem Digital
INKOPPAS luncurkan INKOPPAS Link dan bidik digitalisasi 2.800 KOPPAS mulai dari KOPPAS Cibubur, untuk perlua...
INKOPPAS Link Bidik Digitalisasi 2.800 KOPPAS
INKOPPAS meluncurkan INKOPPAS Link di KOPPAS Cibubur (17 Sep 2026) untuk mendigitalisasi sekitar 2.800 KOPPA...
RPOJK Demutualisasi BEI Tunggu Harmonisasi Kementerian Hukum
OJK: RPOJK Demutualisasi BEI sudah harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan menunggu penyelesaian sebelum di...
OJK: Penyebab Rendahnya Realisasi IPO Sepanjang 2026
OJK menyebut ketidakpastian geopolitik dan kesiapan emiten sebagai penyebab rendahnya realisasi IPO sepanjan...
IHSG Ditutup Naik 25,59 Poin ke 6.462,43 pada 17 Sept 2026
IHSG ditutup menguat 25,59 poin ke 6.462,43 pada 17 Sept 2026, dipengaruhi kebijakan The Fed, harga minyak,...