Nasional

GENTING: BRI Wujudkan Bantuan Rp50 Juta Jadi Rumah di Indramayu

Bagikan:
Penyerahan bantuan rumah untuk keluarga berisiko stunting di Indramayu

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN WihajiKeluarga Berisiko Stunting (KRS) di Indramayu, Kamis, 17 September 2026. Setiap keluarga menerima bantuan senilai Rp50 juta melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai orang tua asuh dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Bantuan akan diwujudkan dalam bentuk rumah, bukan penyerahan uang tunai.

Penyaluran dan sasaran penerima

Wihaji menyatakan kedua keluarga yang mendapat bantuan termasuk KRS dan memiliki anak berstatus baduta, yakni dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kriteria ini menjadi salah satu syarat utama penerima bantuan.

"Dua tadi ada KRS, Keluarga Berisiko Stunting, yang kebetulan punya anak 1.000 hari pertama kehidupan atau baduta. Tadi punya anak baduta, ini juga punya anak baduta,"

Kondisi rumah dan kebutuhan dasar

Saat meninjau salah satu lokasi, Wihaji menemukan sejumlah kebutuhan dasar yang belum terpenuhi. Kondisi itu menjadi dasar perubahan bantuan dari uang tunai menjadi pembangunan fasilitas langsung.

  • Ketersediaan air bersih
  • Sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK)
  • Dapur yang layak
  • Tempat tidur

"Antara kebutuhan air, antara MCK, kemudian dapur, itu menyatu. Kemudian tempat tidurnya juga perlu dibantu,"

Bentuk bantuan dan pelaksanaannya

Wihaji menjelaskan bantuan tidak diserahkan dalam bentuk uang. Sebagai gantinya, Kementerian bersama tim dari BRI akan menangani pembangunan dan perbaikan rumah penerima.

"Karena itu, salah satu syarat dari bantuan kita adalah termasuk KRS dan dibantu oleh BRI. Karena apa, BRI adalah orang tua asuh kita,"

Proses pengerjaan rumah akan melibatkan tim dari Kementerian dan BRI sehingga bantuan langsung menyasar perbaikan kondisi lingkungan tempat tinggal.

Skala program dan kerja sama pentahelix

Wihaji menyebut masih banyak keluarga lain dengan kondisi serupa yang membutuhkan intervensi. Program GENTING dijalankan melalui model kerja sama pentahelix, yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, dan media.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap intervensi tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memperbaiki kondisi gizi dan sanitasi keluarga sehingga risiko stunting pada anak dapat ditekan.

Langkah mewujudkan bantuan jadi rumah diharapkan memberi dampak langsung pada kualitas hidup anak dalam rentang 1.000 HPK dan mendukung upaya pencegahan stunting secara lebih terarah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait