Kereta Petani dan Pedagang Layani 43.780 Penumpang di Banten
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 43.780 penumpang menggunakan Kereta Petani dan Pedagang di Banten sejak operasional perdana 1 Desember 2025 hingga 14 September 2026. Layanan rute Merak–Rangkasbitung ini dimanfaatkan warga untuk bekerja dan berdagang karena tarif hanya Rp3.000 per perjalanan.
Rekapan operasional dan pernyataan KAI
Informasi operasional disampaikan KAI pada Kamis, 17 September 2026. Data tersebut dihimpun dari lima stasiun pemberhentian sepanjang lintasan Merak sampai Rangkasbitung.
“Sejak mulai beroperasi hingga 14 September 2026, Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 43.780 pelanggan. Kehadiran layanan ini memberikan pilihan perjalanan yang terjangkau bagi masyarakat untuk mendukung aktivitas harian di wilayah Banten,”
Data penumpang per stasiun
KAI merinci pergerakan pelanggan di lima stasiun utama. Berikut data penumpang yang dilaporkan selama periode operasi tersebut.
| Stasiun | Penumpang (jumlah) |
|---|---|
| Cikeusal | 25.265 |
| Rangkasbitung | 19.644 |
| Serang | 12.035 |
| Merak | 8.065 |
| Cilegon | 7.136 |
Peran lokal dan manfaat layanan
Badan Pusat Statistik mencatat Cikeusal aktif di sektor pertanian dan kegiatan ekonomi lokal. Kehadiran kereta berjadwal memberi alternatif transportasi bagi warga setempat untuk aktivitas harian.
Rangkasbitung juga tercatat sebagai titik simpul dengan mobilitas masyarakat yang dinamis. Layanan ini memudahkan perpindahan warga antara pusat perdagangan dan area produksi.
Evaluasi tarif dan layanan
Menurut KAI, tarif rendah menjadi faktor penting dalam pemilihan moda oleh masyarakat. Evaluasi layanan dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan kebutuhan perjalanan di lintas Merak sampai Rangkasbitung.
“Tarif yang terjangkau memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki pilihan perjalanan menggunakan kereta api. KAI terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Kesimpulan dan prospek
Kereta Petani dan Pedagang terus dipakai warga Banten sebagai opsi transportasi hemat untuk bekerja dan berdagang. KAI menegaskan komitmen mempertahankan layanan yang terjangkau dan berkelanjutan di rute ini.
Ke depan, penyesuaian layanan dan evaluasi berkala akan menentukan pengembangan frekuensi dan fasilitas demi menjawab kebutuhan mobilitas lokal.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BEI Aktifkan Kembali Short Selling dengan Pembatasan Ketat
BEI mengaktifkan kembali short selling sejak 15 Sept 2026 dengan pembatasan, pengawasan ketat, dan daftar sa...
FLOII Expo 2026 di Tangerang Hadirkan 120+ Exhibitor Tanaman Hias
FLOII Expo 2026 dibuka 17 September di ICE BSD, menampilkan 120+ exhibitor tanaman hias dengan tema United b...
MIND ID Percepat Hilirisasi Mineral untuk Perkuat Penerimaan Negara
MIND ID mendorong hilirisasi mineral dan proyek strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas serta me...
Rupiah Anjlok pada Penutupan 17 Sept, Tekanan Konflik dan Suku Bunga
Rupiah turun 0,32% ke Rp17.753 pada penutupan 17 Sept, tertekan konflik Timur Tengah dan ekspektasi suku bun...
JITEX 2026 Resmi Dibuka, Dorong Jakarta Jadi Kota Global
JITEX 2026 dibuka 16-19 Sept di Kemayoran, mempertemukan pelaku usaha, buyer, dan investor untuk dorong Jaka...
INKOPPAS Targetkan 2.800 KOPPAS Masuk Ekosistem Digital
INKOPPAS luncurkan INKOPPAS Link dan bidik digitalisasi 2.800 KOPPAS mulai dari KOPPAS Cibubur, untuk perlua...