Penyelamatan Orangutan Terdampak Karhutla di Kalbar
Kementerian Kehutanan memperkuat operasi penyelamatan satwa liar terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pada 17 September 2026, tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat bersama lembaga konservasi mengevakuasi tiga orangutan di Kabupaten Kayong Utara sebagai bagian penanganan ekosistem dan habitat yang terbakar.
Evakuasi tiga orangutan setelah laporan warga
Operasi penyelamatan dimulai setelah laporan warga tentang orangutan yang muncul di kebun sawit Dusun Sinar Timur, Desa Penjalaan. Dua hari kemudian tim bergerak dan mengevakuasi seekor induk betina dan anaknya.
Dua individu itu dikenal dengan nama Mama Penja (kira-kira 20 tahun) dan anak jantannya Penja (1 tahun). Pada hari yang sama tim melanjutkan evakuasi di Desa Padu Banjar dan mendapatkan seekor orangutan jantan dewasa.
Pemindaian microchip menunjukkan nama orangutan jantan tersebut adalah Kumbang, yang sebelumnya pernah diselamatkan pada Februari 2022.
Temuan medis dan perawatan
Pemeriksaan awal mengungkap luka bakar pada tangan dan kaki Mama Penja. Tim dokter memberikan pengobatan, antibiotik, dan mengambil sampel medis sebelum pemindahan ke pusat rehabilitasi.
Kumbang dinyatakan dalam kondisi relatif sehat secara umum, namun ditemukan bekas luka peluru senapan angin dan gejala batuk yang kemungkinan terkait paparan asap kebakaran.
“Laporan dari masyarakat menjadi sangat penting karena mereka yang berada paling dekat dengan lokasi dan mengetahui keberadaan satwa. Dengan laporan yang cepat, tim dapat segera melakukan penanganan dan penyelamatan,”
Lokasi observasi dan rencana pelepasliaran
Ketiga orangutan kini menjalani observasi dan perawatan medis di Pusat Rehabilitasi YIARI. Pelepasliaran akan dilakukan setelah kondisi cuaca membaik dan kawasan hutan dinyatakan aman dari ancaman kebakaran.
Rekap jumlah satwa yang diselamatkan
BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI mencatat upaya penyelamatan selama penanganan dampak karhutla mencapai:
- 23 orangutan dievakuasi
- 9 trenggiling
- 3 kukang
- 1 bekantan
- 1 musang
- 1 lutung kelabu
Imbauan kepada masyarakat
Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengingatkan risiko satwa memasuki permukiman saat habitatnya rusak oleh kebakaran. Penyelamatan harus mempertimbangkan keselamatan satwa dan warga sekitar.
“Dalam kondisi karhutla, satwa kehilangan habitat dan sumber pakannya sehingga berpotensi masuk ke kebun maupun mendekati permukiman. Karena itu, penyelamatan harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan satwa dan masyarakat,”
Murlan menegaskan agar warga tidak melakukan evakuasi mandiri dan segera melapor ke petugas dengan menyertakan lokasi serta kondisi satwa.
“Masyarakat jangan melakukan evakuasi sendiri. Laporkan kepada petugas agar satwa dapat ditangani dengan prosedur yang tepat dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,”
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DVI Identifikasi 5 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
Lima jenazah korban KMP Virgo Transport 8 diidentifikasi oleh tim DVI dan telah diserahkan ke keluarga pada...
Hampir 4.000 TPK di Indramayu Distribusikan MBG 3B
Hampir 4.000 TPK Indramayu ditugaskan mendistribusikan MBG 3B kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita; ca...
KemenHAM Dorong Kemensetneg Segera Proses Empat Regulasi HAM
KemenHAM mendesak Kemensetneg segera memproses empat regulasi HAM yang tertunda delapan bulan untuk mendukun...
BPOM-Unhan Perkuat SDM Pengawas Obat dan Makanan
BPOM dan Unhan perkuat kolaborasi untuk menyiapkan SDM pengawas obat dan makanan lewat pengayaan kurikulum,...
LRT Kelapa Gading–Manggarai: Tonggak Penguatan Transportasi Jakarta
Fahira Idris menyambut peresmian LRT Kelapa Gading–Manggarai sebagai tonggak penguatan transportasi publik d...
Pigai: Pemekaran Papua Belum Redam Perlawanan OPM
Natalius Pigai menilai pemekaran Papua gagal meredam OPM; eskalasi konflik justru meningkat dan butuh langka...