Nasional

LRT Kelapa Gading–Manggarai: Tonggak Penguatan Transportasi Jakarta

Bagikan:
Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Manggarai oleh Presiden Prabowo

Anggota DPD RI asal DKI Jakarta Fahira Idris menyambut positif peresmian LRT rute Kelapa Gading–Manggarai yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan disampaikan pada Kamis, 17 September 2026, sehari setelah peresmian di Stasiun LRT Manggarai. Fahira menyebut operasi jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun itu sebagai tonggak penting penguatan transportasi publik terintegrasi di Jakarta.

Ringkasan peresmian dan tujuan

Peresmian LRT dilakukan pada Rabu, 16 September 2026, di Manggarai, Jakarta Selatan. Jalur ini menghubungkan kawasan utara, timur, dan pusat kota. Tujuan utama adalah meningkatkan konektivitas, mempersingkat waktu perjalanan, dan mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global.

Lima dampak utama menurut Fahira

Fahira merinci setidaknya lima dampak penting beroperasinya LRT tersebut. Penjelasan berikut merangkum poin-poin utama yang ia sampaikan.

  1. Penguatan integrasi antarmoda. Manggarai menjadi simpul strategis yang terkoneksi dengan KRL Commuter Line, Transjakarta, dan kereta bandara. Integrasi ini menuntut kenyamanan perpindahan, informasi perjalanan jelas, dan sistem pembayaran terintegrasi.
  2. Pengurangan waktu perjalanan. Perjalanan Kelapa Gading–Manggarai diperkirakan dapat ditempuh sekitar 28 menit, sehingga meningkatkan produktivitas warga.
  3. Peralihan ke transportasi publik. Dengan target sekitar 80 ribu penumpang per hari, peralihan dari kendaraan pribadi dapat tercapai bila layanan andal, tarif terjangkau, frekuensi baik, serta koneksi first mile dan last mile tersedia.
  4. Pendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru. Jaringan LRT membuka peluang Transit-Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan hunian, usaha, ruang publik, dan layanan sosial di sekitar stasiun.
  5. Penguatan Jakarta sebagai kota inklusif. Kualitas transportasi publik menjadi indikator kota layak huni. Layanan harus luas, terintegrasi, terjangkau, dan ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan anak.

Syarat keberhasilan operasional

Fahira menekankan bahwa potensi LRT hanya bisa diwujudkan dengan dukungan layanan dan kebijakan yang konsisten. Aspek yang perlu diperhatikan antara lain ketepatan waktu, waktu tunggu, integrasi feeder, keamanan, dan akses bagi penyandang disabilitas.

"Transportasi publik adalah salah satu fondasi utama kota global. LRT Kelapa Gading-Manggarai memperkuat konektivitas utara, timur, hingga pusat Jakarta dan memberikan pilihan perjalanan yang semakin cepat, nyaman, dan terprediksi bagi warga," ujar Fahira.

Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi berdasarkan pengalaman penumpang untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Dampak jangka panjang dan harapan

Menurut Fahira, pengembangan jaringan transportasi massal akan memperluas akses kawasan permukiman, ekonomi, pendidikan, dan ruang publik. Jika dikelola baik, LRT dapat mengurangi kemacetan, konsumsi bahan bakar, dan emisi kendaraan.

"Jakarta menuju lima abad membutuhkan sistem transportasi yang tidak hanya modern, tetapi juga inklusif dan benar-benar memudahkan kehidupan warga," tambah Fahira.

Peresmian jalur Kelapa Gading–Manggarai diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas jaringan transportasi massal di Jakarta. Keberhasilan selanjutnya bergantung pada sinergi antara pemerintah, operator, dan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait