Nasional

Perkuat Data Bansos, Legislator Tekankan Sensus Ekonomi 2026

Bagikan:
Petugas sensus mendata warga untuk perbarui data penerima bantuan sosial

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, mendorong percepatan dan akurasi Sensus Ekonomi 1 Mei-31 Agustus 2026 untuk memperkuat data penerima bantuan sosial (bansos). Ia meminta masyarakat berpartisipasi aktif agar data valid dan program bantuan bisa disalurkan secara tepat sasaran.

Mengapa data akurat penting

Atalia menyatakan masih banyak warga yang layak menerima bansos namun belum tercatat dalam basis data penerima manfaat. Kondisi ini menyebabkan bantuan tidak sampai kepada yang berhak. Oleh karena itu, menurutnya, pembaruan data melalui sensus menjadi langkah krusial.

"Kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat yang merasa belum mendapatkan bantuan sosial secara tepat sasaran. Ada yang kondisi ekonominya menurun, kehilangan pekerjaan, tetapi belum masuk dalam kategori penerima bantuan ini harus diperbaiki,"

Pernyataan itu disampaikan Atalia dalam keterangannya pada Kamis, 25 Juni 2026. Ia menekankan bahwa akurasi data menjadi fondasi kebijakan publik dan distribusi bantuan.

Perubahan kondisi ekonomi dan dampaknya

Sekitar masyarakat terjadi perubahan kondisi ekonomi yang nyata. Beberapa kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan. Perubahan ini membuat kebutuhan untuk meng-update data sosial semakin mendesak.

Tanpa data yang terkini, program pemerintah berisiko melewatkan kelompok rentan. Akibatnya, efektivitas penanganan sosial berkurang dan ketimpangan bantuan bisa meningkat.

Ajakan partisipasi dan peran sosialisasi

Atalia mengajak warga untuk memberi informasi yang jujur saat didatangi petugas pendataan. Pendaftaran dan jawaban yang akurat akan membantu pemerintah menentukan penerima manfaat secara tepat.

"Sensus ini bukan untuk mempersulit masyarakat, justru ini upaya pemerintah untuk mendapatkan data yang sebenarnya. Sehingga bantuan sosial bisa diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya,"

Ia juga menyoroti minimnya pemahaman publik tentang manfaat sensus. Karena itu Atalia meminta pemerintah dan pemangku kepentingan memperkuat sosialisasi agar warga memahami tujuan dan proses pendataan.

Pada akhirnya, data yang terpercaya akan memperbaiki penyaluran bansos dan mendukung kebijakan sosial yang lebih adil. Partisipasi aktif masyarakat dan sosialisasi yang kuat menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait