Wamendikdasmen: Seni Bantu Anak Mengenal Diri dan Dunia
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan seni berperan penting dalam pendidikan anak sejak usia dini. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 14 Juni 2026, saat ia menjelaskan bagaimana seni membantu anak mengembangkan kreativitas, mengenal diri, dan memahami lingkungan sekitarnya. Fajar menilai pendidikan harus memberi ruang selain aspek intelektual, yaitu imajinasi, ekspresi, dan kesejahteraan psikologis anak.
Peran seni dalam perkembangan anak
Menurut Fajar, seni bukan sekadar keterampilan teknis. Seni membuka pengalaman estetis yang membantu anak memahami emosi dan realitas sosial mereka. Ia menekankan pentingnya seni sebagai bagian dari pendidikan holistik yang membentuk karakter dan kepekaan anak terhadap lingkungannya.
Ketika anak-anak sejak usia dini dikenalkan dengan dunia seni, itu merupakan bagian dari upaya mengasah pengalaman estetis. Dengan cara itu, kita mengajarkan kepada anak-anak bagaimana sesungguhnya menjadi manusia
Contoh: pameran seni sebagai ruang dialog
Fajar memberi contoh penyelenggaraan pameran seni yang mempertemukan karya seniman dewasa tentang anak dengan karya anak-anak tentang dunianya. Ia menyebut pertemuan karya tersebut sebagai ruang kebudayaan yang dapat mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar pameran visual, tetapi juga medium dialog imajinatif yang memperkaya perspektif kedua pihak.
Perjumpaan imajinasi antara orang dewasa dan anak dapat melahirkan berbagai gagasan. Serta karya kreatif yang bernilai positif bagi perkembangan pendidikan dan kebudayaan
Manfaat psikologis dan pendidikan
Fajar menjelaskan seni memberi anak sarana mengekspresikan pengalaman, perasaan, dan pandangan mereka terhadap kehidupan sehari-hari. Ia menilai aktivitas seni berkontribusi pada kesejahteraan psikologis sejak dini dan membantu pembentukan identitas anak.
Seni menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan suasana kebatinannya, ini juga bagian dari upaya membangun kesejahteraan psikologis sejak usia dini
- Meningkatkan kreativitas: seni melatih imajinasi dan solusi kreatif.
- Mengenal diri: karya anak menunjukkan cara mereka memandang diri dan lingkungan.
- Membangun empati: seni mendorong kepekaan terhadap perasaan orang lain dan lingkungan.
Harapan untuk ruang seni di pendidikan
Fajar berharap kegiatan seni dan budaya terus mendapat ruang dalam proses pendidikan agar anak tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, berempati, dan peka terhadap lingkungan. Ia mendorong penyelenggara pendidikan dan kebudayaan memperluas kesempatan anak berekspresi melalui berbagai bentuk seni.
Dengan memberikan ruang yang memadai bagi seni dalam kurikulum dan kegiatan anak, diharapkan proses tumbuh kembang menjadi lebih seimbang antara aspek kognitif, emosional, dan sosial.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...