BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai gempa susulan setelah ribuan kejadian tercatat hingga 18 Agustus 2026. Imbauan itu disampaikan menyusul data BMKG yang menunjukkan aktivitas gempa masih fluktuatif dan belum menunjukkan pola penurunan yang jelas.
Imbauan BNPB kepada masyarakat
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan masyarakat harus tetap waspada. BNPB meminta warga menjauhi bangunan yang retak atau rusak karena berisiko ambruk.
Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan (penurunan) belum terlihat jelas. Masyarakat harus mewaspadai gempa susulan yang terjadi
Berton menambahkan, berdasarkan analisis BMKG kondisi diperkirakan mulai stabil dalam waktu sekitar 2-3 minggu ke depan. Namun hingga saat itu, kewaspadaan dan langkah mitigasi perlu terus dijaga.
Data BMKG: frekuensi dan magnitudo
BMKG mencatat hingga 18 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB terjadi 2.119 gempa susulan di wilayah NTT. Rinciannya menyorot beberapa poin penting:
- Gempa susulan terkuat M 6,2 dan terkecil M 1,3.
- Gempa dengan kekuatan di atas M 5 tercatat sebanyak 24 kali.
- Gempa yang dirasakan oleh penduduk tercatat 70 kali.
Angka-angka ini menunjukkan fluktuasi tinggi, sehingga BMKG bersama BNPB terus memantau perkembangan untuk menentukan langkah mitigasi lebih lanjut.
Korban dan operasi SAR
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyampaikan jumlah korban hingga hari keempat operasi SAR. Tim SAR gabungan fokus pada penyisiran dan membantu kegiatan pemulihan yang dipimpin BNPB.
- Total korban: 202 orang.
- Meninggal: 70 orang.
- Luka: 132 orang, terdiri dari 40 luka berat dan 92 luka ringan.
Tidak ada lagi saudara, tetangga, rekan dalam pencarian. Sehingga SAR di lapangan difokuskan penyisiran dan membantu pelaksaan kegiatan pencarian dan pemulihan dilakukan BNPB
Yudhi menyatakan belum ada laporan korban hilang sehingga upaya SAR berfokus pada penyisiran lokasi terdampak dan membantu proses pemulihan.
Prospek dan langkah selanjutnya
BNPB dan BMKG terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti petunjuk keselamatan, menghindari bangunan yang rusak, dan melaporkan kondisi lapangan. Dengan prediksi stabilisasi dalam 2-3 minggu, upaya pemulihan dan pemantauan akan berlanjut hingga situasi dinyatakan aman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...
Sejarah Lahirnya MPR RI: Dari KNIP hingga Perubahan Pasca-Reformasi
MPR bermula dari KNIP 1945; HUT diperingati 29 Agustus. Peran lembaga berubah setelah amendemen UUD 1945 pas...
BNPB Pastikan Kebutuhan Pengungsi Gempa Flores Tercukupi
BNPB pastikan kebutuhan pengungsi gempa magnitudo 7,7 di Manggarai terpenuhi; tenda, logistik, dapur umum, d...
Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT
Pemerintah menurunkan menteri dan memperkuat koordinasi untuk penanganan gempa NTT, fokus pada evakuasi, keb...
Tujuh Korban Luka Berat Gempa Manggarai Timur Dievakuasi ke Labuan Bajo
Tujuh korban luka berat gempa Manggarai Timur dievakuasi ke Labuan Bajo via helikopter untuk penanganan medi...
Basarnas Evakuasi 31 Pendaki di Gunung Bawakaraeng
Basarnas mengevakuasi 31 pendaki di Gunung Bawakaraeng pada 18 Agustus 2026; mayoritas mengalami hipotermia,...