Senam 7 Kebiasaan Menggema di SMPN 1 Medan
MEDAN — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Wali Kota Medan Rico Waas memimpin upacara bendera dan Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di UPT SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Senin (14/9). Kegiatan tersebut digelar untuk menanamkan kebiasaan disiplin, semangat belajar, dan cinta tanah air kepada siswa.
Senam dan pesan kebiasaan
Abdul Mu’ti bertindak sebagai pembina upacara dan mengingatkan siswa bahwa generasi mereka akan menentukan wajah Indonesia pada 2045. Ia meminta pelajar serius dalam belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga kerukunan.
"Bagaimana wajah Indonesia 2045, kalianlah yang menentukan. Karena itu, saya mengajak kalian semua untuk senantiasa menunaikan ikrar pelajar yang sudah tadi kita bacakan bersama-sama,"
Ia lalu mengajak siswa membiasakan tujuh kebiasaan positif secara disiplin dan konsisten. Kebiasaan itu dipraktikkan langsung melalui senam bersama yang membuat suasana pagi di sekolah semarak dan penuh energi.
- Bangun pagi
- Beribadah
- Berolahraga
- Makan sehat dan bergizi
- Gemar belajar
- Bermasyarakat
- Tidur tepat waktu
"Lakukan kebiasaan-kebiasaan itu secara disiplin, secara konsisten. Karena banyak hal yang hebat yang bisa kita raih tidak bisa terjadi secara instan. Semuanya memerlukan proses, semuanya memerlukan waktu,"
Interaksi dan motivasi siswa
Setelah senam, Abdul Mu’ti dan Wali Kota Rico Waas berinteraksi melalui sesi tanya jawab. Mereka memberi motivasi agar siswa berani bermimpi, tekun belajar, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi rintangan.
"Jangan takut gagal, anak-anak. Bisa saja dalam perjalanan hidup kita, kita menemukan kegagalan. Tapi pelajaran apa yang paling penting adalah kegagalan itu bukan gagal dan kita bersedih, tapi kita gagal dan harus bangkit kembali,"
Rico menambahkan bahwa kembali ke sekolah lamanya membawa makna pribadi. Ia mendorong siswa menjadikan pengalaman—termasuk kegagalan—sebagai pijakan untuk memperbaiki diri dan meraih prestasi lebih baik.
Panggilan bagi guru dan lingkungan sekolah
Abdul Mu’ti juga memberi catatan khusus kepada guru. Ia meminta guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi teladan, mendampingi, dan mengembangkan bakat siswa. Prinsip asah, asih, dan asuh serta sistem Among disebutnya relevan dalam mendidik dengan cinta dan kasih sayang.
Selain itu, Mendikdasmen menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan nyaman agar menjadi rumah kedua bagi siswa untuk belajar dan bertumbuh.
Hadirin dan suasana
Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Turut hadir Direktur Sekolah Menengah Pertama Maulani Mega Hapsari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, Kepala UPT SMP Negeri 1 Medan Hj. Rohani, serta para guru dan siswa.
Momentum pagi itu menjadi ajang penguatan nilai-nilai pendidikan karakter sekaligus dorongan motivasi bagi pelajar untuk menatap masa depan dengan percaya diri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Lampaseh Kota Gelar RKPG-P dan APBG-P 2026, Bahas Penyesuaian Anggaran
Gampong Lampaseh Kota menggelar RKPG-P dan APBG-P 2026 pada 14 September untuk menyesuaikan rencana kerja da...
Pemkab Simalungun dan PA Sepakati MoU Perbaiki Pelayanan Publik
Pemkab Simalungun dan Pengadilan Agama menandatangani MoU dan PKS pada 14 September untuk integrasikan layan...
Ibadah Rutin di Rumah Kontrakan Gampong Hulu Dihentikan
Pemerintah Gampong Hulu menghentikan sementara kegiatan ibadah di rumah kontrakan setelah warga melapor kare...
DPRD Deliserdang Laporkan Pemkab ke Kemendagri dan KLH soal PT Leomas
DPRD Deliserdang melaporkan Pemkab ke Kemendagri dan KLH karena rekomendasi penutupan PT Leomas belum dijala...
Tim Tabur Kejati Sumut Tangkap DPO Perambah Tambang di Medan
Tim Tabur Kejati Sumut dan Kejari Mandailing Natal menangkap DPO terpidana pertambangan ilegal, Julita Hasby...
Wali Kota Tinjau Penyaluran Bantuan Beras 30 Kg per KK di Tanjungbalai
Wali Kota Tanjungbalai meninjau penyaluran beras 30 kg per KK (alokasi Juli–September 2026) untuk 1.753 KK d...