Hiburan

Seiosa Indonesia: Jejak, Teknik, dan Peran RRI dalam Sejarah Musik

Bagikan:
Pertunjukan musik vokal seriosa dengan penyanyi memakai pakaian formal

Seriosa adalah genre vokal Indonesia yang lahir dari pengaruh musik klasik Barat, berkembang sejak 1930-an dan memiliki peran penting dalam pembentukan identitas musik nasional. Genre ini berakar dari Lied Jerman yang masuk ke Nusantara lewat Belanda sejak abad ke-16, dipelopori komponis seperti Cornel Simanjuntak, serta diperluas lewat ajang Bintang Radio RRI pada 1950-an.

Asal usul dan pengaruh Barat

Menurut tesis Universitas Gadjah Mada berjudul Sejarah Perkembangan Lagu Seriosa Indonesia, seriosa merupakan adaptasi Lied Jerman yang kemudian menerima nuansa lokal. Masuknya tradisi vokal Barat ke Indonesia diperkirakan melalui kontak kolonial sejak abad ke-16, namun bentuk seriosa modern mulai nyata pada 1930-an.

Pada fase awal, komponis seperti Cornel Simanjuntak mengolah idiom Barat dengan elemen Nusantara sehingga tercipta repertoar yang khas Indonesia. Perpaduan ini memberi seriosa fungsi estetis sekaligus kultural dalam konteks kebangkitan nasionalisme.

Teknik vokal dan ornamen musik

Seriosa menuntut teknik vokal lebih tinggi dibandingkan lagu hiburan. Tesis UGM menyebut produksi suara seriosa memadukan gaya bernyanyi Jerman dan Italia. Gaya ini menuntut kontrol pernapasan, artikulasi, dan nuansa dinamik yang matang.

Penelitian Yusuf Simorangkir dalam jurnal INVENSI menemukan pengaruh ornamen Barok dalam repertoar seriosa Indonesia, antara lain:

  • trill
  • mordent
  • turn
  • appoggiatura
  • glissando

Peran RRI dan Bintang Radio

Radio Republik Indonesia (RRI) berkontribusi besar dalam penyebaran seriosa. Menurut catatan resmi RRI, ajang Bintang Radio pertama kali digelar pada 1951 untuk memperingati Hari Radio. Pada 1955, lomba menambahkan kategori seriosa dan hiburan, memberi ruang kompetisi bagi penyanyi genre ini.

Para pemenang Bintang Radio sering direkam oleh Lokananta lalu disalurkan ke stasiun RRI daerah. Distribusi ini memperluas jangkauan seriosa ke berbagai wilayah dan membantu melahirkan sejumlah penyanyi yang kemudian dikenang dalam sejarah musik Indonesia.

Komponis, penyanyi, dan jejak internasional

Selain Cornel Simanjuntak, komponis seperti Iskandar memberi kontribusi penting melalui karya seperti Kisah Mawar di Malam Hari. Lagu ini bahkan dibawakan penyanyi Jerman Sofia Livotov dalam album Sounds of Indonesia, sebuah langkah yang membawa seriosa Indonesia ke panggung internasional menurut penelitian Universitas Negeri Surabaya.

Nama penyanyi lokal seperti Pranawengrum dan Pranajaya juga kerap dikaitkan dengan perkembangan seriosa di era keemasan genre ini.

Status sekarang dan warisan

Penelitian UGM menunjukkan seriosa masih dipelajari di perguruan tinggi dan sekolah musik sebagai bagian dari kurikulum vokal. Meski tidak lagi dominan di panggung populer, seriosa tetap hadir dalam pergelaran musik klasik dan menjadi sumber teknik serta repertoar bagi pengembangan vokal klasik di Indonesia.

Perjalanan seriosa menggambarkan bagaimana pengaruh Barat dapat diadaptasi menjadi ekspresi musikal yang bernuansa lokal. Dari akar Lied Jerman hingga peran RRI dan pelaku lokal, seriosa menyimpan jejak penting dalam sejarah musik nasional.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait