Taylor Swift Diabadikan Sebagai Nama Genus Serangga Baru di Australia
Taylor Swift kini diabadikan dalam dunia sains setelah namanya digunakan untuk genus serangga baru yang ditemukan di Australia. Penemuan ini dipublikasikan pada 9 September 2026 di jurnal Insect Systematics and Evolution, dan bertujuan menghormati musisi sekaligus mendukung upaya konservasi.
Penemuan dan penamaan
Para peneliti mengidentifikasi 12 spesies serangga yang hidup berasosiasi dengan pohon sheoak di Australia. Dari 12 spesies itu, mereka membentuk satu genus baru yang diberi nama Swiftiephylus. Empat spesies di dalam genus tersebut dinamai terinspirasi oleh Taylor Swift dan beberapa albumnya.
- Swiftiephylus taylorae — merujuk pada Taylor Swift
- Swiftiephylus amator — merujuk pada Lover
- Swiftiephylus intrepidus — merujuk pada Fearless
- Swiftiephylus poetorum — merujuk pada The Tortured Poets Department
Ciri fisik dan inspirasi penamaan
Salah satu peneliti, Sarah Schroeder, mahasiswa doktoral bidang entomologi di University of California, Riverside, mengatakan bahwa penamaan itu merupakan caranya menghormati sang penyanyi sekaligus menghubungkan ilmu taksonomi dengan budaya populer.
"Penampilan ikonik Taylor Swift adalah rambut pirang dan bibir merah. Serangga ini berwarna kuning pucat dengan aksen merah di beberapa bagian,"
Schroeder menilai kemiripan warna antara serangga dan penampilan Swift menjadi salah satu alasan estetis di balik nama tersebut. Namun, tujuan ilmiah lain turut mendasari keputusan itu.
Koleksi spesimen dan konteks ilmiah
Spesimen Swiftiephylus dikumpulkan oleh peneliti dari American Museum of Natural History bersama kolega Australia antara 1995 hingga 2004. Dari usaha pengumpulan tersebut, tim memperoleh lebih dari 50 ribu spesimen serangga yang kemudian dianalisis.
Para peneliti juga mencatat bahwa masih ada estimasi hampir 30 juta spesies serangga yang belum terdokumentasi. Genus Swiftiephylus kini masuk ke dalam keluarga Miridae, salah satu kelompok terbesar di antara serangga pemakan tumbuhan.
Implikasi untuk konservasi
Menurut Schroeder, penamaan ilmiah bukan sekadar simbol. Taksonomi menjadi dasar untuk mengenali, mendata, dan melindungi spesies di alam. Pemberian nama yang mudah diingat atau terkait figur publik dapat meningkatkan perhatian publik terhadap kebutuhan konservasi.
Tradisi mengabadikan nama figur publik dalam taksonomi bukan hal baru. Pada 2022, peneliti di University of California, Riverside menamai spesies nematoda pemakan tarantula Tarantobelus jeffdanielsi sebagai penghormatan kepada aktor Jeff Daniels, sebuah contoh bagaimana penamaan ilmiah dapat menarik perhatian luas.
Dengan masuknya Swiftiephylus ke dalam klasifikasi Miridae, penemuan ini menambah data penting bagi studi keanekaragaman hayati dan upaya pelestarian serangga di Australia.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
No Na Rilis MV 13 Menit Jelang Album Debut 'island girl'
No Na merilis MV 13 menit 'speaker freaker' pada 11 September 2026 sebagai pemanasan menjelang album debut i...
Kemenbud Resmikan Pameran Nasirun di Galeri Nasional
Kemenbud meresmikan pameran "Nasirun: Bersimpuh di Kaki Para Guru" di Galeri Nasional, 13 Sep–11 Okt 2026, s...
Agensi Rumah Tangga Raih 109.110 Penonton pada Hari Pertama
Film Agensi Rumah Tangga raih 109.110 penonton di hari pertama; sutradara Naya Anindita berharap penonton te...
Konser Amal "Memburu Pemangsa" untuk Korban Kekerasan Anak
Sinemaku Pictures menggelar konser amal "Memburu Pemangsa" 16 Sept 2026; hasil donasi Rp50.000 akan disalurk...
Dodhy Umumkan Kangen Band Resmi Dibubarkan
Dodhy Hardiyanto mengumumkan Kangen Band resmi dibubarkan pada 12 September 2026 akibat persoalan internal d...
Kilas Balik Pro 2 RRI: Radio yang Dekat dengan Anak Muda
Kilas balik Pro 2 RRI: dari Pro2FM era 1990-an hingga transformasi ke layanan multiplatform yang dekat denga...