Tim Tabur Kejati Sumut Tangkap DPO Perambah Tambang di Medan
Medan — Tim Tangkap Buron (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama Kejaksaan Negeri Mandailing Natal berhasil menangkap seorang terpidana daftar pencarian orang (DPO), Julita Hasby Nasution alias Kultom bin Hobby Nasution, pada Senin (14/9) sekitar pukul 08.00 WIB di rumah kontrakannya di Jalan Sukapura, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor.
Penangkapan dan proses awal
Pengamanan dilakukan di kediaman terpidana di Kota Medan. Saat penangkapan, keluarga terpidana sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya terpidana diamankan dan dibawa ke kantor Kejati Sumut untuk proses administrasi.
"Pada saat diamankan, keluarga dari terpidana sempat melakukan perlawanan, dan terpidana akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke kantor Kejati Sumut untuk proses administrasi," kata Kajari Madina Muhammad Nur Saitias melalui Kasi Intelijen Kejari Mandailing Natal, Jupri W. Banjarnahor.
Kasus dan putusan pengadilan
Julita Hasby Nasution ditetapkan sebagai DPO dalam perkara tindak pidana kehutanan. Majelis hakim menyatakan yang bersangkutan melakukan usaha pertambangan dalam kawasan hutan, termasuk penggalian di Sungai Lolo menggunakan alat berat dan pendulangan tanah untuk mencari emas di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1205K/Pid.Sus-LH/2025, terpidana dinyatakan terbukti bersalah "dengan sengaja mengerjakan, dan/atau menggunakan dan/atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah." Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman penjara dua tahun dan denda Rp10.000.000.
Koordinasi intelijen dan penindakan
Kasi Intel Kejari Madina menyatakan penangkapan merupakan hasil koordinasi antara Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Mandailing Natal dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Tim telah lama memantau pergerakan DPO dan mendeteksi keberadaannya di Medan sebelum melakukan tindakan langsung.
"Pengamanan terhadap DPO ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam memastikan setiap putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dapat dilaksanakan," ujar Jupri W. Banjarnahor.
Tindak lanjut dan eksekusi
Setelah penanganan administrasi di Kejati Sumut, terpidana diserahkan kepada Bidang Tindak Pidana Umum Kejari Mandailing Natal untuk dieksekusi sesuai putusan pengadilan. Pelaksanaan eksekusi dipimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Mandailing Natal, Gilbeth Sitindaon, SH, MH.
Terpidana ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta Medan untuk menjalani pidana penjara yang telah ditetapkan.
Pesan kejaksaan
Kejaksaan menegaskan tidak ada tempat aman bagi buronan dan mengimbau para DPO yang masih bersembunyi agar segera menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum. Kejaksaan juga berkomitmen melanjutkan koordinasi antar-bidang untuk memastikan pelaksanaan putusan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ingin Jaya Juara Fahmil Quran Putra MTQ Aceh Besar 2026
Kafilah Kecamatan Ingin Jaya juarai Fahmil Quran Putra MTQ XXXV Aceh Besar 2026 dengan nilai 1.175, diumumka...
Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Pemkab Labuhanbatu mengeluarkan Perbup No.26/2026 yang mewajibkan 1 tahun pendidikan prasekolah untuk anak u...
Sat Lantas Polres Labuhanbatu Gelar Dikmas untuk Dukung Operasi Patuh Toba
Sat Lantas Polres Labuhanbatu gelar Dikmas bagi pelajar di Rantauprapat sebagai dukungan Operasi Patuh Toba...
Kapolres Dairi Turun Bagikan Helm pada Operasi Patuh Toba 2026
Kapolres Dairi turun langsung mengatur lalu lintas dan membagikan helm di Simpang Empat Sidikalang dalam Ope...
Polres Sibolga Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Polres Sibolga menggelar apel kesiapsiagaan pada 29 Oktober untuk memastikan personel dan sarana siap tangan...
Gema Kreasi Gelar Seminar Cegah Diabetes Sejak Dini di MAN 3 Medan
Gema Kreasi menggelar seminar 'Cegah Diabetes Sejak Dini' di MAN 3 Medan untuk edukasi kesehatan dan membuka...