30 Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan MBG, 12 Dirawat di RSUD
KISARAN — Sebanyak 30 siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersumber dari SPPG Polres Asahan pada Senin (14/9). Puluhan siswa langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, sementara penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan laboratorium.
Kronologi dan gejala
Menurut kepala sekolah, Damanhuri Lubis, siswa mulai menunjukkan gejala berupa muntah-muntah, mual, pusing, dan lemas tak lama setelah mengonsumsi MBG. Pihak sekolah mencatat kejadian terjadi pada jam makan setelah pembagian makanan di lingkungan sekolah.
“Enam orang kita larikan ke Rumkitban TNI AD terdekat, 12 orang ke RSUD HAMS Kisaran, dan sisanya ke RSU Wira Husada,”
“Kita belum bisa memastikan itu,”
Penanganan medis
Puluhan siswa dengan gejala serupa segera dievakuasi ke beberapa fasilitas kesehatan. Sebanyak 12 siswa mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat RSUD HAMS Kisaran, sebagian lain dirujuk ke Rumkitban TNI AD dan RSU Wira Husada.
Pelaksana tugas Direktur RSUD HAMS Kisaran, dr. Eka Wildasari, membenarkan perawatan di IGD. Ia juga meminta waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Kami belum bisa memastikan penyebab puluhan siswa tersebut. Sabar ya, kita tunggu hasil pemeriksaannya,”
Menu MBG dan dugaan penyebab
Staf Tata Usaha sekolah menyebut pihak sekolah sempat mengumumkan melalui pengeras suara agar siswa tidak memakan makanan yang sudah dibagikan karena tercium bau kurang sedap. Rahmad, staf Tata Usaha yang turut mendampingi di RSUD HAMS, menjelaskan menu yang disajikan sebagai berikut:
- Nasi putih
- Ayam rendang
- Sambal tempe
- Acar timun dan wortel
- Buah semangka
Menurut keterangan yang diterima sekolah, bau tidak sedap diduga kuat berasal dari lauk ayam rendang. Namun, dugaan penyebab tersebut belum dikonfirmasi secara laboratorium.
Penyelidikan lebih lanjut
Pihak sekolah dan rumah sakit menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah kasus ini benar merupakan keracunan makanan dan untuk menentukan jenis kontaminan atau mikroba penyebab. Sementara itu, orang tua dan wali murid diminta tenang dan mengikuti arahan pihak sekolah serta fasilitas kesehatan.
Catatan: Informasi ini disusun berdasarkan keterangan pejabat sekolah, staf tata usaha, dan pernyataan rumah sakit. Hasil laboratorium akan menjadi dasar kepastian penyebab kejadian.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Taput Tinjau Pasar Hutajulu, Tampung Aspirasi Pertanian
Bupati Tapanuli Utara meninjau Pasar Hutajulu (14/9), berdialog dengan warga, dan menerima aspirasi soal per...
Tanggul Irigasi Jebol, Puluhan Kebun Sawit Warga Pinarik Rusak
Tanggul Irigasi Pulo Payung di Pinarik jebol, puluhan pohon sawit tumbang dan kebun warga rusak; BPBD Padang...
Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Tewas
Mahyar (26) yang tenggelam di Sungai Lobang, Simalungun, ditemukan tewas oleh Tim Basarnas Minggu malam; jen...
Jembatan Cinta Kasih Aek Poring Resmi Dibuka, Akses Warga Kembali Pulih
Jembatan Cinta Kasih Aek Poring di Siantar Naipospos resmi dibuka (12/9), memulihkan akses warga pascabencan...
AHY Cup 2026 Deliserdang: 500+ Atlet Bertanding, Hadiah Rp105 Juta
Lebih dari 500 atlet berlaga di Piala AHY Cup 2026 (11–13 Sept) di Deliserdang, dengan total hadiah Rp105 ju...
Wali Kota Langsa Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II
Wali Kota Langsa melantik pejabat eselon II pada 13 September sebagai bagian penataan organisasi untuk peram...