Tanggul Irigasi Jebol, Puluhan Kebun Sawit Warga Pinarik Rusak
Desa Pinarik, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padanglawas — Tanggul pada saluran irigasi Pulo Payung jebol setelah diterjang banjir, sehingga puluhan pohon kelapa sawit milik warga tumbang dan kebun rusak, Senin (14/9).
Kerusakan dan dampak pada petani
Sejumlah petani melaporkan kehilangan tanaman andalan mereka setelah arus sungai merobohkan pohon sawit. Menurut Ruslan Nasution, puluhan pokok sawit miliknya tumbang dan mengalami kerusakan parah.
Pemilik kebun lain yang terdampak antara lain:
- Safaruddin Nasution
- Saidin Lubis
- Aminuddin
Banyak warga di desa ini bergantung pada hasil kebun sawit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kerusakan tanaman berpotensi mengganggu pendapatan keluarga dalam jangka pendek.
Respons BPBD Padanglawas
Plt Kepala BPBD Kabupaten Padanglawas, Adi Sandra Siregar SSTP MM, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan banjir. Tim dari BPBD langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemetaan dan menentukan tindakan darurat.
Tim yang turun lapangan dipimpin oleh Kepala BPBD bersama Kepala Bidang Tanggap Darurat, dr. Ilham Siregar, dan Kepala Sub Bidang Tanggap Darurat, Hanafi Arif Lubis. Mereka memprioritaskan perbaikan tanggul dan upaya meringankan beban petani terdampak.
Tindakan awal dan kebutuhan mendesak
Penanganan yang direncanakan meliputi perbaikan tanggul di sisi bendung irigasi serta bantuan sementara bagi petani. Perbaikan tersebut dianggap penting untuk mencegah kerusakan lebih luas pada lahan pertanian sekitar.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan teknis dan material untuk memperbaiki tanggul. Selain itu, dukungan ekonomi untuk mengganti pohon sawit atau biaya hidup sementara juga menjadi kebutuhan mendesak.
Kelanjutan dan harapan warga
BPBD masih memetakan titik-titik kerusakan dan menilai skala bantuan yang diperlukan. Perbaikan tanggul menjadi prioritas agar aliran sungai kembali terkendali dan risiko kerusakan saat hujan berikutnya bisa diminimalkan.
Warga setempat berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik dalam bentuk perbaikan infrastruktur maupun bantuan pemulihan ekonomi bagi petani sawit yang kehilangan mata pencaharian.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Razia Busana di Lhokseumawe: 40 Warga Terjaring dan Dibina
Sebanyak 40 warga terjaring razia busana di Taman Riyadhah Lhokseumawe (14/9) dan mendapat pembinaan serta k...
Haornas Padangsidimpuan 2026: Dorong Masyarakat Aktif dan Bugar
Haornas ke-43 di Padangsidimpuan mendorong olahraga sebagai budaya sehari-hari untuk mewujudkan masyarakat y...
FPKS DPRD Medan Ajukan 8 Catatan pada R-PAPBD 2026
FPKS DPRD Medan mengajukan delapan catatan terhadap R-PAPBD 2026, menyorot penurunan PAD, pengurangan BBNKB,...
DPP Terbitkan SK, Andar Amin Resmi Pimpin Golkar Sumut
DPP menerbitkan SK DPD Golkar Sumut, mengesahkan Andar Amin Harahap sebagai ketua periode 2025–2030 setelah...
PERADI Medan Kritik Penetapan Tersangka Dhody Thahir soal Surat Kuasa
Ketua PERADI Medan minta Polda Sumut pastikan ada unsur pemalsuan, bukan sekadar beda pandangan hukum, dalam...
IRT Residivis Ditangkap Jual Ganja di Medan Perjuangan
NW (41), ibu rumah tangga residivis, ditangkap Senin (14/9) di Medan Perjuangan saat transaksi dua paket gan...