Razia Busana di Lhokseumawe: 40 Warga Terjaring dan Dibina
LHOKSEUMAWE — Sebanyak 40 warga terjaring razia penegakan syariat Islam yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) di Taman Riyadhah, Kota Lhokseumawe, pada Senin (14/9). Para pelanggar langsung mendapat pembinaan di lokasi dan diberikan kain sarung untuk menutup aurat.
Hasil razia dan bentuk pembinaan
Kabid Penegakan Syariat Islam dan Kebijakan Daerah Satpol PP/WH Kota Lhokseumawe, Samsul Bahri SSos, menyatakan 40 pelanggar terdiri dari 18 pria dan 22 wanita. Mereka diberikan pengarahan tentang pentingnya berpakaian sesuai ketentuan syariat.
Petugas melakukan pembinaan singkat di tempat. Selain nasihat, petugas membagikan kain sarung agar pelanggar segera menutup aurat sebelum meninggalkan lokasi.
“Setelah terjaring, kemudian kita berikan nasihat dan masukan, supaya menjaga aurat, karena itu sangat penting dan sesuai syariat Islam,” ujar Samsul Bahri.
Dasar hukum dan sanksi
Kegiatan pengawasan ini merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe dan aturan di Pemerintahan Aceh, yakni Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam pada bidang akidah, ibadah, dan syiar Islam. Aturan tersebut menjadi dasar tindakan pembinaan saat razia.
Samsul menjelaskan pelanggar dapat dikenai sanksi tair berupa pembinaan, peringatan, atau sanksi sosial dan adat setempat jika pelanggaran berulang.
Pelaksanaan dan dukungan pihak terkait
Razia busana di Lhokseumawe rutin digelar untuk menegakkan ketertiban syariat. Operasi ini melibatkan Satpol-PP, Wilayatul Hisbah, serta dukungan personel TNI dan POM.
Petugas menegaskan pendekatan yang digunakan kombinasi penertiban dan edukasi. Pembagian sarung menjadi langkah langsung untuk menutup aurat saat itu juga.
“Selanjutnya kita berikan kain sarung kepada para pelanggar Qanun tersebut dengan harapan agar kedepannya tidak mengulangi lagi perbuatannya. Yang perempuan jangan lagi berpakaian ketat dan laki-laki jangan lagi berpakaian celana pendek, itu aurat dan dosa besar,” tutur Samsul.
Imbauan kepada masyarakat
Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar mematuhi ketentuan berpakaian sesuai syariat. Kepatuhan diharapkan menjaga ketertiban umum dan memperkuat syiar Islam di wilayah tersebut.
Petugas menekankan bahwa razia bersifat edukatif, namun akan ada tindak lanjut jika pelanggaran terus berulang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ingin Jaya Juara Fahmil Quran Putra MTQ Aceh Besar 2026
Kafilah Kecamatan Ingin Jaya juarai Fahmil Quran Putra MTQ XXXV Aceh Besar 2026 dengan nilai 1.175, diumumka...
Labuhanbatu Tetapkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Pemkab Labuhanbatu mengeluarkan Perbup No.26/2026 yang mewajibkan 1 tahun pendidikan prasekolah untuk anak u...
Sat Lantas Polres Labuhanbatu Gelar Dikmas untuk Dukung Operasi Patuh Toba
Sat Lantas Polres Labuhanbatu gelar Dikmas bagi pelajar di Rantauprapat sebagai dukungan Operasi Patuh Toba...
Kapolres Dairi Turun Bagikan Helm pada Operasi Patuh Toba 2026
Kapolres Dairi turun langsung mengatur lalu lintas dan membagikan helm di Simpang Empat Sidikalang dalam Ope...
Polres Sibolga Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Polres Sibolga menggelar apel kesiapsiagaan pada 29 Oktober untuk memastikan personel dan sarana siap tangan...
Gema Kreasi Gelar Seminar Cegah Diabetes Sejak Dini di MAN 3 Medan
Gema Kreasi menggelar seminar 'Cegah Diabetes Sejak Dini' di MAN 3 Medan untuk edukasi kesehatan dan membuka...