Lokal

CKG dan Skrining TB di Lapas Tanjungbalai: 78 Diperiksa, 24 Suspect

Bagikan:
Warga binaan menjalani pemeriksaan rontgen dada dalam program CKG di Lapas Tanjungbalai

TANJUNGBALAI, — Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas Kesehatan bersama Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TB) dengan rontgen dada bagi warga binaan pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan dibuka resmi oleh Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina.

Acara dihadiri Kepala Lapas Refin Tua Simanullang, Kepala Dinas Kesehatan Safrina Yanti Harahap, serta jajaran puskesmas dan tenaga kesehatan lapas. Kegiatan ini bertujuan memastikan akses layanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan.

Tujuan dan pelaksanaan

Program digelar sebagai upaya deteksi dini penyakit menular dan tidak menular di lingkungan pemasyarakatan. Pelaksanaan CKG ini merupakan kolaborasi antara Pemko Tanjungbalai, Dinas Kesehatan, Puskesmas Semula Jadi, Puskesmas Datuk Bandar, dan tim kesehatan Lapas.

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menekankan pentingnya pemeriksaan dini untuk mengurangi risiko perkembangan penyakit.

"Semakin dini kita mengetahui maka semakin cepat kita untuk penanganannya. Pada intinya kita hindari risiko,"

"Jangan nanti sudah terjadi baru kita sibuk, sudah parah baru sibuk. Kalau ada dari bapak/ibu yang teridentifikasi agar segera membawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan,"

Pemeriksaan yang dilakukan

Pada hari pertama, warga binaan mendapatkan serangkaian pemeriksaan dasar dan skrining khusus. Pemeriksaan meliputi:

  • Pengukuran berat dan tinggi badan
  • Tekanan darah
  • Kadar gula darah
  • Asam urat
  • Skrining TB melalui rontgen dada
  • Pemeriksaan TCM sesuai indikasi

Hasil hari pertama

Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat 78 warga binaan mengikuti pemeriksaan. Dari skrining awal, ditemukan 24 WBP teridentifikasi sebagai suspect TB dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur medis.

Hari Jumlah WBP Diperiksa Suspect TB Tindak Lanjut
14 September 2026 78 24 Rujukan dan pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur medis

Jadwal dan harapan ke depan

Kegiatan berlangsung dari 14–18 September 2026. Program ini diharapkan meningkatkan deteksi dini serta memastikan keberlanjutan akses layanan kesehatan bagi warga binaan.

Sinergi antara lapas dan dinas kesehatan menunjukkan komitmen untuk melindungi kesehatan publik dan mendukung proses pembinaan yang sehat. Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan menyatakan akan terus menambah kapasitas layanan kesehatan demi lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman dan berkualitas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait