Sekolah Rakyat di Medan Pulihkan Martabat Anak Pinggiran
Di Kompleks BBPVP Medan, Jalan Amal, Sekolah Rakyat membuka ruang belajar bagi anak-anak dari keluarga pekerja harian, buruh, dan anak yang sempat putus sekolah. Sekolah sederhana ini menargetkan kepedulian dan pembelajaran inklusif untuk anak-anak yang selama ini kerap disebut the invisible people, dengan metode berasrama dan pembinaan karakter agar mereka mendapat akses pendidikan yang layak.
Suasana belajar dan peran guru
Ruang kelas tampak sederhana, namun penuh fokus. Para pengajar tidak hanya mengajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menjadi pendamping yang membangun kepercayaan diri siswa.
"Awalnya mereka malu, bahkan ada yang tidak berani bicara. Tapi sekarang sudah mulai berani bertanya dan tampil di depan,"
kata Sarah Amelia Pasaribu, salah satu pengajar. Suasana kelas sering sunyi dengan bisikan anak-anak yang mengeja atau bertanya pelan. Ketika seorang siswa berhasil membaca, tepuk tangan kecil teman-temannya memberi dorongan penting bagi perkembangan mental anak.
Data siswa dan sistem pembelajaran
Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan menerapkan sistem asrama untuk membangun kedisiplinan dan memudahkan pembinaan secara intensif. Saat ini jumlah siswa SD tercatat 37 orang, terbagi Laki-laki dan Perempuan sebagaimana tabel berikut.
| Tingkat | Jumlah Siswa | Laki-laki | Perempuan |
|---|---|---|---|
| SD | 37 | 22 | 15 |
Menurut Kepala Sekolah Syahripal Putra, siswa datang dari latar belakang ekonomi terbatas, termasuk anak buruh, pekerja kasar, hingga penyandang disabilitas dan yatim piatu. Sekolah melakukan matrikulasi untuk mengklasifikasikan kemampuan dasar dan membagi siswa menjadi dua kelompok belajar agar pengajaran lebih tepat sasaran.
Dukungan pemerintah daerah
Pemerintah Kota Medan menyatakan dukungan agar program ini berkelanjutan. Selain mendukung operasional di beberapa lokasi, Pemko juga menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat baru di Kecamatan Medan Tuntungan.
"Pemko Medan akan terus mendukung Sekolah Rakyat, karena program ini sangat baik. Anak-anak ini memang sangat membutuhkan akses pendidikan,"
ujar Wali Kota Medan, Rico Waas, menekankan pentingnya fasilitas asrama dan pola makan untuk menunjang perkembangan siswa.
Pengembangan diri dan prestasi
Selain akademik, sekolah mendorong siswa berpartisipasi dalam lomba dan kegiatan pengembangan diri. Beberapa siswa mulai menunjukkan prestasi meski fasilitas terbatas. Sekolah memandang partisipasi di luar kelas sebagai cara membangun kepercayaan diri dan membuka peluang lebih luas bagi anak-anak.
Memuliakan anak-anak pinggiran bukan sekadar retorika. Di Sekolah Rakyat ini, konsep itu diwujudkan melalui akses, pembinaan intensif, dan upaya membuka kesempatan agar siswa mampu merangkai masa depan. Dari Jalan Amal, upaya kecil ini menunjukkan bahwa pendidikan inklusif dapat dimulai dari tindakan nyata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polisi Tapanuli Tengah Tangkap Pelaku Curanmor Saat Akan Jual Motor
Satreskrim Polres Tapanuli Tengah menangkap AS (20) yang diduga hendak menjual motor curian, setelah motor H...
Polrestabes Medan Tangkap Mahasiswa Pengedar Vape Getar
Polrestabes Medan menangkap mahasiswa MZ (21) dan menyita 488 bungkus Vape Getar merek Squid Game setelah me...
Sekda Medan Wiriya Pensiun 1 Agustus 2026, Erfin Muncul sebagai Kandidat Plt
Sekda Medan Wiriya Alrahman purna tugas 1 Agustus 2026; nama Kepala Inspektorat Erfin Fahrurrazi muncul seba...
DPRD Medan Kritik Pendataan Bantuan, Warga Medan Deli Banyak Belum Tercatat
Anggota DPRD Medan mengkritik pendataan bantuan sosial yang membuat banyak warga Medan Deli belum terdata, d...
Dugaan Pungli P3-TGAI di Mandailing Natal Rp840 Juta
Dugaan pungli mewarnai P3-TGAI Mandailing Natal: Rp60 juta per kelompok hingga total sekitar Rp840 juta dari...
DPRD Medan Gelar Reses di Marelan, Tampung Keluhan Infrastruktur
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini menggelar reses di Marelan, 25-26 Juli 2025, menampung keluhan soal jal...