DPRD Medan Kritik Pendataan Bantuan, Warga Medan Deli Banyak Belum Tercatat
Medan — Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai NasDem, dr Faisal Arbie M.Biomed, mengeluhkan sistem pendataan masyarakat kurang mampu yang dinilai belum efektif. Keluhan disampaikan saat Reses VI Masa Sidang III di Lapangan Kompleks Taman Citra, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Minggu (26/7). Ia menyorot banyak warga yang terlihat layak menerima bantuan tetapi belum terdaftar dalam data resmi.
Kekhawatiran soal pendataan bantuan sosial
Faisal meminta klarifikasi terkait proses pendataan untuk program seperti Perlinsos (perlindungan sosial) dan program Medan Makmur. Ia menilai data yang tidak lengkap berisiko membuat keluarga berhak terlewatkan dari bantuan pemerintah.
Bagaimana ini pendataannya pak camat?
Keluhan warga terdampak
Beberapa warga yang hadir menguatkan kekhawatiran itu. Siti Aisah, warga Lingkungan 4 Kelurahan Titipapan, mengaku kesulitan mengakses informasi soal bantuan yang berbasis aplikasi karena tidak memiliki telepon genggam.
Sementara saya gak punya hp untuk cari tahu segala informasi bantuan pemerintah. Manalah kami ngerti make hp yang bisa kayak gitu pak. Kasih kami jalan keluarnya
Warga lain, Sahat Simamora, tinggal di bantaran rel kereta api dan mempertanyakan kelayakan menerima bantuan karena status tanah tempat tinggalnya dimiliki PT Kereta Api.
Apakah orang kayak kami tak bisa dapat bantuan pak? Karena status tanah yang kami tinggali milik PT Kereta Api
Respons kecamatan dan kewenangan dinas
Camat Medan Deli, Muhammad Aidil Putra Pratama, menyatakan pihak kecamatan sudah menerima keluhan melalui perangkat kelurahan. Namun ia menegaskan bahwa proses pendataan merupakan kewenangan Dinas Sosial, sementara kecamatan berperan mendampingi dan meneruskan aspirasi ke tingkat yang lebih tinggi.
Soal pendataan warga, itu ranahnya Dinas Sosial bapak-ibu. Kami di kecamatan sifatnya hanya mendampingi. Begitupun aspirasi ini akan saya teruskan ke pimpinan
Janji pengawasan dan prioritas program
Faisal, yang duduk di Komisi III DPRD Medan, mengingatkan pentingnya kejujuran warga saat petugas melakukan pendataan. Menurutnya data akurat diperlukan untuk mengklasifikasikan jenis bantuan yang layak diterima tiap keluarga.
Ia juga menyebutkan komitmennya memperjuangkan aspirasi Kecamatan Medan Deli di Badan Anggaran DPRD, termasuk percepatan pembangunan Jembatan Kota Bangun dan perbaikan infrastruktur publik.
- Pembangunan Jembatan Kota Bangun
- Penanganan banjir dan perbaikan drainase
- Perbaikan jalan rusak dan pemasangan lampu jalan
Saya akan kawal program ini bapak-ibu
Warga berharap langkah lanjutan dari pemerintah kota dan Dinas Sosial untuk memperbaiki proses pendataan sehingga bantuan tepat sasaran. Pemantauan lebih lanjut oleh DPRD dan koordinasi antar-instansi dinilai penting agar masalah administrasi tidak menghambat akses warga miskin terhadap program kesejahteraan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...
Korban Tenggelam di Nagan Raya Ditemukan Meninggal
Jenazah Hamdani (42) ditemukan Minggu 20/9 sekitar 11.45 WIB, 100 meter dari lokasi hilang di Desa Agoi Kari...
Bendungan Lau Simeme Dimulai, DPRD Minta Perencanaan Pengendalian Banjir
DPRD Medan menyambut pengisian awal Bendungan Lau Simeme dan mendorong Pemko Medan susun perencanaan pengend...
Aceh Timur Tekuk Lhokseumawe 3-1 di GSI Provinsi Aceh
Aceh Timur menang 3-1 atas Lhokseumawe di GSI Provinsi Aceh, Sabtu (19/9), dengan dua gol dari Muhammad Alfa...