Anak SD Kunjungi PLTP Lumut Balai: Belajar Energi Bersih
Puluhan siswa sekolah dasar di Muara Enim diajak melihat langsung operasi PLTP Lumut Balai pada Jumat, 24 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan mengenalkan proses konversi uap panas bumi menjadi energi listrik ramah lingkungan, sekaligus menanamkan nilai integritas dan kepedulian lingkungan.
Edukasi lapangan: dari tur operasi hingga pemahaman teknis
Pada kegiatan yang diinisiasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai, siswa dan guru menyusuri area operasional perusahaan. Tur dimulai sejak pagi untuk menjelaskan rantai bisnis panas bumi secara menyeluruh, dari sumber panas bawah tanah hingga pembangkitan listrik.
Selain melihat peralatan dan unit pembangkit, siswa mendapat penjelasan sederhana tentang proses teknis sehingga pembelajaran sains yang sebelumnya bersifat teoritis menjadi pengalaman nyata.
Nilai korporasi dan pencegahan kecurangan
Selain aspek teknis, PGE menyisipkan materi tentang pentingnya integritas. Materi pencegahan fraud diberikan sebagai bagian dari upaya menanamkan budaya kejujuran sejak dini.
Langkah ini dimaksudkan untuk memperkenalkan nilai-nilai etika korporasi pada generasi muda agar mereka memahami bahwa energi dan pengelolaan sumber daya juga menuntut tanggung jawab sosial serta transparansi.
Pengalaman langsung di Unit 2 dan penanaman pohon
Kunjungan berlanjut ke PLTP Lumut Balai Unit 2, di mana siswa menyaksikan operasi pembangkit berskala industri yang diklaim berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Kegiatan ditutup dengan aksi penanaman 50 bibit pohon di Cluster 3.
Aksi tanam menjadi simbol keterlibatan generasi muda dalam menjaga bumi dan memberi pengalaman praktis tentang restorasi lingkungan.
Kata pengelola
"Anak-anak adalah masa depan bangsa. Penting bagi mereka menjaga lingkungan di sekitarnya, serta memahami bagaimana energi panas bumi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,"
Kalimat di atas disampaikan oleh General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro Utomo, saat menjelaskan tujuan kegiatan. Ia menambahkan harapan bahwa pengalaman lapangan akan menumbuhkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman bahwa energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang ramah lingkungan, sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk menjaga lingkungan,"
Peran PGE dan konteks nasional
PGE saat ini mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW. Kapasitas ini diperkirakan menyumbang sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional dan berpotensi menekan emisi hingga 10 juta ton CO2 per tahun.
Melalui kolaborasi antara industri dan pendidikan, kegiatan seperti kunjungan ke PLTP Lumut Balai diharapkan memperkuat pemahaman publik tentang transisi energi dan mendukung target Net Zero Emission pada 2060.
Kunjungan siswa ini menunjukkan bahwa pengenalan energi bersih kepada anak-anak dapat dilakukan lewat pengalaman langsung dan aksi nyata di lapangan, sehingga pengetahuan dan kepedulian lingkungan tumbuh beriringan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pasar Saham Semester II 2026 Beralih ke Fundamental
Analis Mirae Asset: pada semester II 2026 pasar saham beralih ke penilaian fundamental, dipengaruhi kebijaka...
Banjarmasin Dukung Festival Kuliner Banua Perkuat UMKM
Pemkot Banjarmasin dukung Festival Kuliner Banua x QRIS 2026 untuk memperkuat UMKM, memperluas pasar, dan me...
Dari Limbah Batok Kelapa, UMKM Nagan Raya Dorong Kreativitas Anak Muda
Safrijal di Nagan Raya mengubah limbah batok kelapa jadi kerajinan bernilai, melatih pekerja, dan mendorong...
Nusa Tenggara Creative Festival Dorong UMKM Naik Kelas
Wakapolda NTB buka Nusa Tenggara Creative Festival di Mataram untuk dorong ekonomi kreatif dan bantu UMKM na...
Teh Jahe Herbal Jadi Produk Unggulan SMKN 1 Meureubo
Siswa SMKN 1 Meureubo memproduksi teh jahe herbal sebagai produk unggulan lewat pembelajaran APHP, dipasarka...
Kerajinan Batok Kelapa Nagan Raya Bernilai Jutaan
Safrijal di Nagan Raya mengubah batok kelapa jadi 30 produk kreatif, harga mulai Rp5 ribu hingga Rp5 juta da...