Kepercayaan Pelanggan Jadi Modal Utama dalam Bisnis Oriflame
Pelayanan yang baik dan komunikasi terbuka menjadi kunci utama membangun kepercayaan pelanggan dalam berbisnis Oriflame. Hal ini disampaikan oleh Younita Christian Berek, anggota Oriflame, yang menekankan pengalaman pribadi sebagai modal saat menawarkan produk.
Pengalaman pribadi sebagai alat meyakinkan pelanggan
Younita menjelaskan bahwa memakai produk sendiri membuat penjelasan kepada pelanggan terasa lebih jujur dan meyakinkan. Pendekatan ini membantu membangun kredibilitas penjual saat menjelaskan manfaat produk.
"Kalau kita sudah memakai produknya sendiri, kita lebih percaya diri saat menjelaskan kepada pelanggan," ucap Younita Christian Berek.
Pelayanan sabar dan komunikasi berkelanjutan
Menurut Younita, hubungan dengan pelanggan tidak berhenti setelah transaksi. Komunikasi yang baik dan layanan sabar merupakan elemen penting untuk menjaga kenyamanan pelanggan.
"Kita harus sabar melayani pelanggan, apalagi kalau mereka banyak bertanya atau menanyakan pesanannya," katanya.
Dengan bersikap sabar dan responsif, penjual menanamkan kesan bahwa pelanggan diperhatikan sepanjang proses pembelian. Pendekatan ini mendukung terciptanya hubungan jangka panjang.
Pendekatan berbasis kebutuhan, bukan tekanan jual
Younita menekankan pentingnya mendengarkan kebutuhan calon pembeli sebelum merekomendasikan produk. Cara ini dianggap lebih etis dan efektif dibandingkan memaksa pembelian.
"Saya lebih senang pelanggan membeli sesuai kebutuhan, bukan karena dipaksa, yang penting mereka merasa cocok dengan produknya," ujarnya.
Dengan mendengarkan dulu, rekomendasi produk jadi lebih relevan dan meningkatkan kemungkinan kepuasan pelanggan.
Dampak terhadap pembelian ulang dan loyalitas
Younita menilai bahwa kepercayaan merupakan modal utama dalam bisnis Oriflame. Hubungan yang dibangun dengan pelayanan tulus dan komunikasi efektif cenderung mendorong pelanggan melakukan pembelian ulang.
Secara praktis, strategi ini dapat meningkatkan retensi pelanggan dan reputasi penjual dalam jaringan usaha langsung seperti Oriflame.
Kesimpulannya, fokus pada pengalaman produk sendiri, kesabaran melayani, dan rekomendasi yang sesuai kebutuhan menjadi praktik sederhana namun krusial. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kepercayaan pelanggan, tetapi juga memperbesar peluang hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...