Nasional

Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Pemerataan Mutu

Bagikan:

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan target pembangunan 500 SNT hingga 2029. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyatakan rencana pembangunan dan jadwal layanan bagi sejumlah lokasi yang mulai dijalankan pada 2026–2027.

Rencana pembangunan dan jadwal penerimaan

Abdul Mu'ti menjelaskan, pada 2026 pemerintah akan menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi. Dari jumlah itu, 17 lokasi direncanakan mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026–2027, sementara 20 lokasi lain akan memasuki tahapan pembangunan dan melakukan penerimaan murid baru pada 2027.

"Pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi. Sebanyak 17 lokasi direncanakan mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026-2027,"

"Sedangkan 20 lokasi lainnya memasuki tahapan pembangunan di tahun 2026 dan akan melakukan penerimaan murid baru di tahun 2027,"

Mandat kebijakan dan tujuan program

Program SNT adalah implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 20 Tahun 2026 untuk percepatan peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, landasan hukumnya meliputi Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2026 dan Peraturan Mendikdasmen Nomor 13 Tahun 2026.

Menurut Abdul Mu'ti, SNT bukan sekadar membangun gedung baru. Program ini bertujuan mendekatkan layanan pendidikan bermutu, mengembangkan potensi dan karakter siswa, serta menjadi pusat peningkatan mutu bagi sekolah sekitar.

"Program SNT merupakan mandat bagi pemerintah untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia,"

Model layanan terintegrasi

SNT akan mengintegrasikan layanan SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan berkelanjutan. Integrasi mencakup jenjang, infrastruktur, pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, dan pengembangan talenta peserta didik.

Data pemerataan mutu saat ini

Pemerintah menggunakan data untuk menunjukkan kebutuhan program. Hingga Juni 2025 tercatat bahwa hanya sebagian kecil kecamatan yang mencapai standar mutu pendidikan yang baik.

Indikator Angka
Kecamatan dengan SMP dan SMA berkapasitas "capaian baik" 263
Total kecamatan di Indonesia 7.288

Catatan: Capaian baik didefinisikan sebagai akreditasi A dan skor literasi serta numerasi di atas 75. Abdul Mu'ti menegaskan data ini bukan untuk menstigma sekolah atau guru, melainkan sebagai pengingat ketidakmerataan kesempatan mendapatkan pendidikan bermutu.

Implikasi dan langkah ke depan

Pemerintah memposisikan SNT sebagai strategi jangka menengah untuk memperkecil kesenjangan mutu pendidikan antardaerah. Keberlanjutan program akan bergantung pada koordinasi antara Kemendikdasmen, kementerian/lembaga terkait, dan pemerintah daerah.

Dengan target 500 SNT sampai 2029, langkah konkret selanjutnya adalah finalisasi lokasi dan penyelesaian pembangunan untuk memastikan layanan pendidikan berkualitas dapat segera diterima oleh murid di wilayah prioritas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait