Sekolah Garuda Dinilai Penting untuk Generasi Emas Indonesia
Pengamat pendidikan Doni Kusuma menilai Sekolah Garuda penting bagi pengembangan anak cerdas istimewa, namun belum sepenuhnya menjawab masalah paling mendasar pendidikan nasional: akses bagi jutaan anak yang belum bersekolah. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, 26 Juni 2026.
Peran Sekolah Garuda untuk anak berbakat
Doni mengatakan program ini mengisi kekosongan layanan pendidikan khusus bagi anak-anak cerdas istimewa yang belum tersentuh selama hampir dua dekade. Menurutnya, keberadaan sekolah khusus dapat menjadi wadah pengembangan potensi sumber daya unggul untuk masa depan bangsa.
“Meskipun bukan kebutuhan mendasar, Sekolah Garuda tetap penting. Hal ini karena memenuhi amanat undang-undang bagi anak cerdas istimewa.”
Ia menegaskan bahwa tanpa fasilitas pendidikan yang tepat, potensi anak berbakat berisiko tidak berkembang optimal. Dengan demikian, Sekolah Garuda menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak belajar kelompok khusus tersebut.
Syarat keberhasilan dan perencanaan jangka panjang
Doni menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang sejak awal pelaksanaan program. Ia meminta pemerintah menyiapkan peta pengembangan lulusan agar investasi pendidikan, termasuk studi luar negeri, memberikan manfaat nyata bagi negara.
“Selama hampir dua puluh tahun, kita belum memiliki sekolah khusus yang melayani anak-anak cerdas istimewa. Sehingga tentu ini sangat penting.”
Ia mengingatkan agar kebijakan tidak hanya berfokus pada pembiayaan semata. Ekspektasi terhadap kontribusi lulusan harus jelas agar pembiayaan luar negeri tidak berhenti pada sekadar beasiswa tanpa arah pengabdian.
Persiapan peserta dan peran konselor
Doni menekankan pentingnya persiapan komprehensif bagi peserta yang akan menempuh pendidikan, terutama di luar negeri. Persiapan itu mencakup aspek akademik, psikologis, dan budaya.
Menurutnya, konselor memiliki peran krusial dalam membantu siswa menentukan pilihan tepat dan menghadapi tantangan mental selama perkembangan. Ia juga mengingatkan siswa dari daerah untuk memperkuat kemampuan akademik, karakter, dan komunikasi global.
- Siapkan peta pengembangan lulusan untuk memaksimalkan kontribusi pada Indonesia.
- Perkuat dukungan akademik, psikologis, dan budaya sebelum studi luar negeri.
- Peran konselor penting dalam pemilihan jalur pendidikan dan pendampingan mental.
- Siswa daerah diminta mempertajam kemampuan komunikasi global dan cinta tanah air.
Implikasi ke depan
Sekolah Garuda dianggap sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan untuk anak berbakat. Namun, tanpa perencanaan strategis dan arahan pengabdian yang jelas, manfaat jangka panjangnya berisiko tidak maksimal. Implementasi yang matang diperlukan agar lulusan benar-benar berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...
Produksi Padi Jan–Agust 2026 Capai 43,89 Juta Ton
Produksi padi Januari–Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%; luas panen 8,32 juta ha dan prod...
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...