Mentrans Bangun Ruang Produksi Pangan di Kawasan Transmigrasi
Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan akan membangun ruang produksi pangan baru di daerah transmigrasi sebagai tindak lanjut arahan Presiden agar transmigrasi memperkuat swasembada pangan dan mendorong pemerataan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Rencana pembangunan dan sasaran
Iftitah mengatakan banyak kawasan transmigrasi memiliki potensi lahan luas dan tenaga kerja produktif. Kementerian menilai kawasan itu dapat memperluas basis produksi pangan nasional melalui pembangunan fasilitas produksi dan hilirisasi komoditas unggulan.
Menurutnya, prioritas pembangunan mencakup penguatan kapasitas produksi, pengadaan teknologi, dan peningkatan akses pasar agar hasil pertanian lebih bernilai.
Fokus pada Papua
Kementerian menegaskan pembangunan transmigrasi di Papua tidak hanya soal perpindahan penduduk. Pendekatan yang diinginkan membawa pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia untuk mempercepat pembangunan daerah.
"Kita ingin mendatangkan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia terbaik untuk membantu masyarakat Papua mengelola potensi yang mereka miliki. Bukan sekadar memindahkan orang, tetapi menghadirkan kapasitas dan kesempatan yang dapat mempercepat kemajuan kawasan,"
Potensi yang akan dikembangkan
Iftitah merinci faktor pendukung yang ada di kawasan transmigrasi. Ini menjadi dasar pilihan intervensi yang akan dijalankan.
- Lahan yang luas dan cocok untuk skala produksi
- Tenaga kerja produktif dari warga lokal
- Komoditas unggulan yang siap dikembangkan
- Peluang hilirisasi untuk menambah nilai produk
Pergeseran pendekatan pembangunan transmigrasi
Kementerian menegaskan arah kebijakan akan berubah dari sekadar administratif menjadi berbasis produktivitas dan teknologi. Iftitah menekankan pentingnya data dan kelembagaan untuk mendukung pembangunan kawasan.
"Bagi Kementerian Transmigrasi, arah presiden tersebut membuka ruang kerja yang sangat jelas. Transmigrasi harus menjadi instrumen pembangunan kawasan yang mampu memperluas basis produksi pangan nasional,"
"Ke depan pendekatan pembangunan transmigrasi akan bergeser dari sekadar administratif semata. Tapi menjadi berbasis produktivitas, data, teknologi, kelembagaan, dan pengembangan komoditas unggulan,"
Dampak dan prospek
Jika rencana terealisasi, kawasan transmigrasi berpotensi menjadi kawasan ekonomi modern yang produktif dan terhubung ke pasar. Langkah ini juga berpeluang mendukung ketahanan pangan nasional dan pemerataan ekonomi di daerah-daerah perbatasan.
Implementasi detail, termasuk lokasi pilot dan jadwal pembangunan, akan diumumkan oleh Kementerian Transmigrasi seiring penyusunan program teknis dan pendanaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...
Produksi Padi Jan–Agust 2026 Capai 43,89 Juta Ton
Produksi padi Januari–Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%; luas panen 8,32 juta ha dan prod...
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...