Mensos Minta Pengawasan Ketat pada Sekolah Dekat Karhutla
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta pengawasan ketat terhadap Sekolah Rakyat yang berada dekat titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instruksi itu disampaikan saat rapat koordinasi daring pada Rabu, 2 September 2026, setelah gedung permanen SRT 1 Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dilaporkan terpapar asap.
Instruksi pengawasan dan koordinasi
Dalam pertemuan daring dari Jakarta, Mensos menekankan pentingnya komunikasi antara pengelola sekolah dan pemerintah daerah. Tujuannya agar keselamatan siswa dan akses layanan medis selalu terjamin saat kejadian karhutla berlangsung.
"Mohon untuk koordinasi betul dengan pemerintah daerah. Karena jaraknya juga dekat dengan posisi pembangunan permanen Sekolah Rakyat,"
Kondisi di SRT 1 Kotawaringin Timur
Kepala Sekolah SRT 1 Kotawaringin Timur, Nikkon Bhastari, melaporkan titik api berjarak sangat dekat dari lokasi sekolah. Jarak dilaporkan hanya berkisar tiga meter, sehingga pengelola mengambil langkah untuk tidak memulangkan siswa demi keselamatan dan akses medis cepat.
"Untuk anak-anak dikondisikan tidak kami pulangkan karena lebih berbahaya ketika pulang daripada di SR. Kalau di SR dekat dengan puskesmas, dekat dengan rumah sakit, fasilitas kami lengkap,"
Langkah pengamanan yang diterapkan
Sekolah dan pengelola menyiapkan beberapa langkah untuk mengurangi risiko paparan asap serta menjamin perawatan darurat jika diperlukan. Langkah ini diterapkan secara berkelanjutan selama kondisi karhutla memburuk.
- Penyediaan masker untuk seluruh siswa dan staf.
- Ketersediaan tabung oksigen dan peralatan medis penunjang di lokasi.
- Pengaturan ruang belajar yang bisa dipindah ke area asrama saat kabut tebal melintas.
- Koordinasi intensif dengan puskesmas dan rumah sakit terdekat.
Operasional pembelajaran saat kabut
Pengelola sekolah melanjutkan kegiatan belajar dengan penyesuaian waktu dan lokasi. Jika kondisi udara memburuk, proses belajar dipindah ke asrama untuk melindungi kesehatan siswa.
"Tetap kami melakukan pembelajaran. Dimulai dari pukul 8 sampai pukul 9 (pagi). Namun ketika kabut, maka kegiatan pembelajaran (dilakukan) di asrama dibantu oleh guru-guru,"
Pemerintah daerah diminta memperkuat pengawasan dan dukungan logistik. Koordinasi ini dinilai krusial agar pengelola sekolah dapat merespon cepat ketika situasi lapangan berubah.
Pengawasan ketat dan komunikasi antarinstansi diharapkan menjadi langkah preventif utama dalam melindungi siswa dari dampak karhutla.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...