Santriwati Ibadur Rahman Kecam Penggerebekan Pesantren Hamal Tul Quran
Stabat, Kabupaten Langkat — Ratusan santriwati Pondok Pesantren Islam Ibadur Rahman, Stabat, Sumatera Utara, mengecam penggerebekan dan pemeriksaan aparat terhadap Pondok Pesantren Hamal Tul Quran di Sokohar, Jawa Tengah, yang dilaporkan terjadi pada 27 Oktober 2026. Mereka mendesak agar dugaan pelanggaran prosedur diusut secara transparan dan objektif, kata pernyataan yang dibacakan Selasa (3/11) malam melalui akun Instagram pesantren.
Desakan dan kekhawatiran santriwati
Pernyataan sikap dibacakan oleh seorang perwakilan santriwati dan diikuti oleh ratusan rekannya. Mereka menyatakan prihatin atas kabar perlakuan tidak manusiawi terhadap santriwati di pesantren yang digerebek.
Hati kami ikut terluka. Bayangkan jika yang berada dalam situasi tersebut adalah putri-putri kita sendiri.
Mereka menegaskan tetap menghormati kewenangan aparat untuk menegakkan hukum, tetapi menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh mengabaikan nilai kemanusiaan dan keselamatan anak-anak serta martabat perempuan.
Lima poin sikap santriwati
Dalam pernyataannya, para santriwati merangkum tuntutan dalam lima poin sebagai berikut:
- Mengecam segala bentuk intimidasi, kekerasan, atau perlakuan tidak manusiawi terhadap santriwati, apabila dugaan itu terbukti.
- Mendesak penyelidikan atas dugaan pelanggaran prosedur dalam penggeledahan dan pemeriksaan agar dilakukan secara transparan, objektif, dan bertanggung jawab.
- Menuntut perlindungan terhadap kehormatan, keselamatan, hak hukum, dan kondisi psikologis para santriwati, terutama yang masih di bawah umur.
- Meminta jaminan kelangsungan hak pendidikan dan perlindungan nama baik santriwati dari tuduhan yang belum terbukti kebenarannya.
- Mengajak ulama, pengasuh pesantren, santri, orang tua, dan masyarakat untuk mengawal proses hukum melalui langkah damai yang sesuai ketentuan hukum.
Seruan kepada pemimpin dan penegak hukum
Santriwati juga menyampaikan seruan langsung kepada pimpinan dan aparat penegak hukum agar menegakkan hukum tanpa mengorbankan kemanusiaan. Mereka menekankan kewajiban perlindungan bagi anak-anak dan perempuan.
Hukum harus tegak, tetapi kemanusiaan jangan sampai tumbang.
Jangan sampai anak-anak yang seharusnya merasa aman justru diliputi ketakutan.
Selain itu, mereka memberi dukungan moral kepada rekan-rekan santriwati yang menjadi korban penggerebekan.
Kalian tidak sendirian. Kami berdiri bersama kalian dalam memperjuangkan keadilan.
Penutup
Pernyataan dihentikan dengan seruan "Bela santri, jaga kehormatan muslimah. Tegakkan keadilan, lindungi generasi Qurani" dan diakhiri dengan takbir bersama. Para santriwati menuntut proses hukum yang adil sekaligus perlindungan hak asasi bagi korban, sembari mengajak berbagai pihak mengawal jalannya penyelidikan secara damai dan sesuai hukum.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kapolri Umumkan Mutasi Polda Sumut, Ini Daftar Pejabat yang Diganti
Kapolri Suyudi keluarkan mutasi PJU dan kapolres di Polda Sumut lewat TR Nomor ST/2467 tanggal 2 Okt 2026; s...
Jembatan Ambruk di Aceh Tenggara Belum Diperbaiki, Ekonomi Terdampak
Jembatan antar kecamatan di Aceh Tenggara yang ambruk sejak banjir 2025 belum diperbaiki, mengganggu ekonomi...
Keluarga Minta Polda Sumut Ambil Alih Kasus SP2HP Padang Tualang
Keluarga korban minta Dit Reskrimum Polda Sumut ambil alih kasus setelah Polsek Padang Tualang menghentikan...
Kapolres Samosir Gelar Trauma Healing untuk Korban Pencabulan Anak
Kapolres Samosir lakukan trauma healing dan serahkan mainan serta bahan pangan untuk korban pencabulan anak;...
Bupati Taput Tinjau Proyek Infrastruktur di Tarutung
Bupati Tapanuli Utara meninjau perbaikan jembatan dan proyek pengendalian sungai di Tarutung, serta meminta...
Wali Kota M. Rasyid: Camat Penanggalan Harus Jadi Ujung Tombak
Wali Kota M. Rasyid meminta Camat Penanggalan jadi ujung tombak penyelesaian masalah lokal saat serah terima...