Politik

Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damar Kurung, Dorong Pariwisata & Ekonomi

Bagikan:
Peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung dan pameran Damar Kurung Melintas Waktu di Gresik

Gresik — Pemerintah Kabupaten Gresik meresmikan Rumah Kreasi Damar Kurung dan membuka pameran "Damar Kurung Melintas Waktu" pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Acara berlangsung di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik. Inisiatif ini bertujuan melestarikan Damar Kurung, sekaligus mengintegrasikannya dengan sektor pariwisata untuk mendorong dampak ekonomi lokal.

Peresmian dan tujuan

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap rumah kreasi menjadi pusat pelestarian sekaligus pusat ekonomi kreatif. Ia menekankan pentingnya mengubah apresiasi budaya menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Keberadaan ruang ini ditargetkan menjadi inkubator bagi generasi muda dan wadah kolaborasi para seniman.

Nilai budaya Damar Kurung

Damar Kurung bukan sekadar lampion kayu dan kertas bergambar. Bupati menjelaskan bahwa karya itu merekam tradisi, nilai sosial, dan spiritualitas masyarakat pesisir Gresik. Damar Kurung juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, sehingga pelestarian menjadi prioritas pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi jasa maestro Mbah Masmundari yang membawa seni khas Gresik ke panggung internasional. Menurutnya, warisan tersebut harus dipertahankan agar tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga praktik hidup yang dikerjakan oleh generasi mendatang.

Pameran "Damar Kurung Melintas Waktu" dan pesan untuk generasi muda

Pameran bertajuk "Damar Kurung Melintas Waktu" menampilkan karya-karya yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Tema pameran dimaksudkan menunjukkan kemampuan seni tradisional beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Kami berharap ruang kreatif ini mampu terintegrasi dengan sektor pariwisata sehingga menarik lebih banyak wisatawan. Dengan begitu, kesenian tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi seniman dan masyarakat,"

Ketua panitia Muhammad Anhar menambahkan bahwa Rumah Kreasi akan menjadi tempat belajar dan berkarya tanpa dipungut biaya. Ia berharap ruang ini memfasilitasi kolaborasi anak muda untuk melanjutkan jejak para maestro seni daerah.

"Saya berharap tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah,"

Hadirin dan langkah selanjutnya

Acara dihadiri pejabat daerah, budayawan, seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta keluarga almarhumah Mbah Masmundari. Pemerintah daerah menyatakan akan mendorong program pelatihan, pameran berkala, dan promosi wisata budaya untuk mendukung keberlanjutan ekosistem kreatif.

Dengan peresmian ini, Pemkab Gresik menempatkan Rumah Kreasi Damar Kurung sebagai pusat pembelajaran budaya sekaligus mesin penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Langkah ini diharapkan mempertahankan identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait