Baguna PDIP Jatim Dirikan Posko Kemanusiaan di Muktamar NU Jombang
Jombang, 27–31 Agustus 2026 — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) membuka posko layanan kemanusiaan di kawasan Tambakberas, Jombang, saat pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Posko disiapkan untuk melayani para kiai, muktamirin, dan warga nahdliyin yang menghadiri forum tersebut di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Posko Baguna di lokasi Muktamar
Posko ditempatkan di titik strategis sekitar Tambakberas, lokasi penyelenggaraan Muktamar. Langkah ini dilakukan sejak pembukaan rangkaian acara hingga penutupan, agar peserta memiliki akses layanan selama kegiatan berlangsung.
Layanan yang disediakan
Baguna menyiapkan berbagai fasilitas untuk mengurangi beban aktivitas peserta yang padat. Fasilitas ini dirancang untuk kebutuhan dasar dan pertolongan ringan selama acara berjalan.
- Tempat beristirahat bagi kiai dan muktamirin
- Pemeriksaan kesehatan ringan
- Layanan pijat untuk membantu mengatasi kelelahan
- Makanan ringan dan minuman gratis
Alasan pendirian posko
Rudi Afianto, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, menjelaskan posko merupakan bentuk penghormatan dan pelayanan. Menurutnya inisiatif ini murni pelayanan sosial tanpa agenda politik.
"Tidak ada kepentingan lain. Ini bentuk pelayanan dan penghormatan kami kepada para kiai, muktamirin dan seluruh warga nahdliyin yang datang ke Jombang," ujar Rudi.
Rudi menekankan bahwa Jombang memiliki makna khusus karena Muktamar digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, yang terkait dengan sejarah pendirian NU. Ia menyebut Baguna hadir sebagai bentuk kegembiraan dan gotong royong keluarga besar partai di Jawa Timur.
"Kami keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur menyambut dengan penuh kegembiraan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Jatim, khususnya Jombang, tentu merasa terhormat menjadi tuan rumah forum tertinggi Nahdlatul Ulama," kata Rudi.
Harapan dan konteks lebih luas
Rudi berharap Muktamar berjalan sejuk dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Ia juga menegaskan peran Baguna bukan hanya saat bencana, melainkan untuk kerja kemanusiaan dan pelayanan masyarakat sepanjang waktu.
"Baguna pada dasarnya dibentuk untuk menjalankan kerja-kerja kemanusiaan dan pelayanan masyarakat. Jadi tidak hanya hadir ketika terjadi bencana," tandas Rudi.
Dengan posko ini, Baguna PDI Perjuangan Jawa Timur ingin memastikan penyelenggaraan Muktamar ke-35 berjalan lancar dan peserta mendapat dukungan layanan dasar selama kegiatan berlangsung.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Plt Ketua DPRD Bacakan Proklamasi di Upacara HUT ke-81 RI Magetan
Plt Ketua DPRD Magetan, H. Suyatno, membacakan Naskah Proklamasi dan mengajak warga berdoa serta bersolidari...
PDI Perjuangan Jatim Galang Bantuan untuk Korban Gempa Flores
PDI Perjuangan Jatim menggalang bantuan untuk korban gempa Flores dan Baguna siap diterjunkan setelah koordi...
Eri Cahyadi: Pancasila dan Gotong Royong untuk Kesejahteraan Surabaya
Wali Kota Eri Cahyadi minta warga Surabaya aktif gotong royong dan mengamalkan Pancasila untuk atasi kesenja...
Bupati Sumenep: HUT ke-81 RI Harus Terwujud lewat Pelayanan dan Pembangunan
Bupati Sumenep menegaskan HUT ke-81 RI harus diwujudkan lewat pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan...
Novita Hardini: Mahasiswa Harus Aktif dalam Kebijakan Publik
Novita Hardini minta mahasiswa Ponorogo memahami proses kebijakan, kritis soal masalah lokal, dan berperan a...
HUT ke-81: Yudi Meira dan Syahrul Alim Serukan Gotong Royong
Yudi Meira dan Syahrul Alim minta warga memaknai HUT ke-81 RI dengan memperkuat persatuan, gotong royong, da...