PDI Perjuangan Minta P-APBD 2026 Jatim Fokus Manfaat untuk Rakyat
Surabaya — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi agar Perubahan APBD (P-APBD) 2026 tidak hanya dilihat dari besaran anggaran dan persentase serapan, tetapi dari manfaat nyata bagi warga. Pernyataan itu disampaikan juru bicara fraksi, Diana AV Sasa, saat membacakan pemandangan umum terhadap Nota Keuangan Gubernur dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Selasa, 18 Agustus 2026.
Catatan umum fraksi
Diana menyambut capaian makro ekonomi Jawa Timur pada Semester I 2026, dengan pertumbuhan 5,84 persen—tertinggi di Pulau Jawa—dan penurunan angka kemiskinan dari 9,30 persen menjadi 9,06 persen. Namun ia menegaskan capaian itu tak boleh berhenti sebagai statistik semata.
"APBD bukan sekadar deretan angka. Di balik setiap angka ada kebutuhan, ada harapan, dan ada kehidupan rakyat,"
Pendapatan Daerah dan target PAD
Dalam P-APBD 2026, Pendapatan Daerah naik sekitar Rp183,78 miliar menjadi Rp26,49 triliun. Namun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp17,64 triliun masih sekitar 4,4 persen di bawah realisasi PAD 2025 yang mencapai Rp18,44 triliun.
Fraksi meminta penjelasan dasar penetapan target PAD tersebut. Mereka ingin tahu apakah angka itu cerminan kehati-hatian perencanaan atau ada potensi pendapatan yang belum dioptimalkan.
"Meningkatkan pendapatan daerah tidak boleh berarti menambah beban masyarakat,"
Belanja Modal dan catatan serapan
Alokasi Belanja Daerah meningkat jauh lebih besar dibanding kenaikan pendapatan. Belanja Daerah naik sekitar Rp2,64 triliun menjadi Rp29,87 triliun, dan Belanja Modal melonjak dari sekitar Rp1,09 triliun menjadi Rp2,16 triliun.
Salah satu lonjakan terbesar terjadi pada anggaran Jalan, Jaringan dan Irigasi yang naik dari sekitar Rp183 miliar menjadi Rp999 miliar. Meski begitu, realisasi Belanja Modal hingga Semester I 2026 baru mencapai 16,37 persen—dan Belanja Modal Gedung dan Bangunan hanya 3,85 persen.
"Percepatan memang diperlukan. Tetapi cepat tidak boleh berarti tergesa-gesa. Jangan sampai mengejar serapan justru mengorbankan kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas,"
SiLPA besar: evaluasi perencanaan
Fraksi juga menyoroti Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) hasil audit BPK sebesar Rp3,38 triliun, jauh di atas proyeksi awal sekitar Rp925,91 miliar. Perbedaan signifikan ini harus menjadi bahan evaluasi kualitas perencanaan dan pelaksanaan APBD.
"Jangan sampai uang yang tahun lalu tidak terserap, dimasukkan kembali dalam anggaran tahun ini, lalu pada akhir tahun kembali menjadi SiLPA. Uang yang tersedia harus berubah menjadi pelayanan, pembangunan, dan manfaat bagi rakyat,"
Dari input menuju outcome
Fraksi mengingatkan bahwa besar alokasi untuk fungsi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur belum otomatis menjamin keberhasilan. Dalam P-APBD 2026, alokasi tercatat: pendidikan Rp9,536 triliun; kesehatan Rp6,183 triliun; infrastruktur Rp8,277 triliun.
Fraksi meminta pergeseran fokus dari input dan persentase serapan menuju output dan outcome. Pertanyaan utama: apakah sekolah jadi lebih baik, layanan kesehatan lebih mudah diakses, dan infrastruktur benar-benar meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat?
Dukungan bersyarat dan tindak lanjut
Fraksi PDI Perjuangan menyatakan mendukung Raperda Perubahan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas lebih lanjut. Dukungan itu datang dengan catatan pengawalan ketat terhadap rekomendasi Badan Anggaran DPRD Jatim dan pelaksanaan yang terukur.
"Rakyat merasakan jalan yang dibangun, sekolah yang semakin baik, pelayanan kesehatan yang semakin mudah, bantuan yang sampai tepat waktu, serta kesempatan hidup yang semakin baik. Itulah ukuran keberhasilan anggaran,"
| Pos | Angka (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan Daerah | 26,49 triliun |
| Belanja Daerah | 29,87 triliun |
| Pendapatan Asli Daerah (PAD) target | 17,64 triliun |
| SiLPA (audit BPK) | 3,38 triliun |
| Belanja Pendidikan | 9,536 triliun |
| Belanja Kesehatan | 6,183 triliun |
| Belanja Infrastruktur | 8,277 triliun |
Dengan catatan tersebut, fraksi menekankan agar setiap rupiah dalam P-APBD diukur dari perubahan nyata bagi masyarakat, bukan sekadar dari ukuran administrasi atau persentase serapan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Baguna PDI Jatim Buka Posko Kemanusiaan di Muktamar NU Jombang
Baguna PDI Perjuangan Jatim membuka posko kemanusiaan di Tambakberas, Jombang, untuk melayani kiai dan peser...
Agatha Minta Kader PDI Perjuangan Surabaya Turun ke Tengah Rakyat
Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya, Agatha Retnosari, minta kader turun langsung ke masyarakat dan terlib...
PDI Perjuangan Kediri Ajak Pemuda Rawat Patriotisme di HUT ke-81
PDI Perjuangan Kediri mengajak pemuda merawat patriotisme lewat peringatan HUT ke-81 RI dengan upacara, lomb...
Bangkalan Gelar Upacara HUT ke-81 RI, 1.000 Pelajar Tampil
Pemkab Bangkalan menggelar upacara HUT ke-81 RI di Alun-alun pada 17 Agustus 2026, dimeriahkan aubade 1.000...
Novita Hardini Serahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek
Novita Hardini menyerahkan dua ambulans gratis di Trenggalek pada 17 Agustus 2026 untuk memperkuat layanan k...
Plt Ketua DPRD Bacakan Proklamasi di Upacara HUT ke-81 RI Magetan
Plt Ketua DPRD Magetan, H. Suyatno, membacakan Naskah Proklamasi dan mengajak warga berdoa serta bersolidari...