RRI Perkuat Pemberdayaan Lansia Lewat Siaran dan Komunitas
Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, menegaskan RRI memperkuat pemberdayaan lansia melalui siaran dan kolaborasi komunitas. Pernyataan itu disampaikan pada dialog "Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek" di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Menurut Anwar, RRI terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dan menyediakan program on-air serta off-air yang relevan bagi lansia.
Model program: Sekolah Lansia Tangguh (Selantang)
Anwar menyorot contoh program Selantang atau Sekolah Lansia Tangguh yang berkembang di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Inisiatif pemerintah daerah itu kini hadir hampir di seluruh kecamatan setempat dan menjadi rujukan pemberdayaan lansia.
Program Selantang diselenggarakan secara berkala setiap dua pekan oleh kelompok lansia untuk sesama lansia. Materi yang diberikan meliputi kesehatan, aspek sosial, psikologi, hingga literasi digital sesuai kebutuhan peserta. Anwar menjelaskan adanya jenjang pembelajaran yang disebut S1, S2, dan S3. Sertifikat tingkat pertama diperoleh setelah enam bulan berpartisipasi dengan total dua belas pertemuan.
"Kegiatan mereka tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga memanfaatkan siaran RRI untuk sosialisasi. Melalui siaran tersebut, masyarakat dapat mengetahui berbagai aktivitas dan manfaat program yang dijalankan para lansia,"
RRI sebagai ruang publik untuk komunitas
Anwar menegaskan bahwa keterbukaan RRI merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai lembaga penyiaran publik. Ia mengundang komunitas lansia maupun kelompok lainnya untuk memanfaatkan berbagai ruang siaran dan program komunitas yang tersedia.
"Pada dasarnya RRI terbuka untuk dimanfaatkan bagi kepentingan lansia maupun seluruh bagian masyarakat Indonesia. Pelayanan kepada masyarakat menjadi tanggung jawab utama RRI sebagai lembaga penyiaran publik,"
RRI menawarkan beragam format bagi lansia, termasuk dialog, talkshow, kegiatan budaya, serta edukasi literasi digital yang disesuaikan kebutuhan daerah. Program tersebut hadir secara on-air dan off-air untuk memperluas jangkauan dan dampak sosial.
Pesan kesehatan dan kegiatan sehari-hari
Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, Effendy Choirie, mengingatkan pentingnya kebiasaan sehat bagi lansia. Ia mengutip pesan dari mendiang Prof. Sri Soemantri sebagai pengingat agar lansia tetap aktif.
"Kalau ingin tetap sehat walafiat, terutama ketika menjadi lansia, maka harus terus bergerak. Tidak cuma bergerak saja ada juga membaca,"
Effendy menyebutkan ada tiga kebiasaan penting yang perlu dijaga oleh lansia agar tetap sehat dan produktif, dan menekankan gerak serta membaca sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Implikasi dan langkah ke depan
Penguatan program seperti Selantang dan keterbukaan RRI membuka peluang peningkatan partisipasi sosial lansia, memperkuat jejaring komunitas, dan meningkatkan literasi digital kelompok rentan usia. Ke depannya, kolaborasi antara lembaga penyiaran, pemerintah daerah, dan komunitas diharapkan dapat memperluas akses layanan yang relevan bagi lansia di berbagai wilayah.
Berita Terkait
RRI Kembangkan Layanan Multiplatform untuk Hadapi Disrupsi Media
RRI kembangkan layanan multiplatform sambil mempertahankan radio terestrial; DNIKS dorong literasi digital u...
Ketua DNIKS: Lansia Semakin 'Up to Date' dengan Teknologi
DNIKS menyatakan lansia makin akrab dengan teknologi; modul literasi digital disesuaikan agar mudah diterima...
DNIKS Ajak Lansia Bergerak dan Membaca untuk Jaga Kesehatan
Effendy Choirie ajak lansia rutin bergerak, membaca, dan berbagi pengetahuan untuk jaga kesehatan pada acara...
Pemerintah Perluas Digitalisasi Bansos ke 42 Daerah Mulai Juni 2026
Pemerintah memperluas digitalisasi bansos ke 42 kabupaten/kota mulai Juni 2026 untuk penyaluran lebih tepat...
Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Dinilai Jadi Game Changer
Wamenkomdig Nezar Patria sebut internet 100 Mbps Rp100 ribu berpotensi mengatasi kesenjangan akses digital d...
Komdigi: Lebih dari Separuh Anak Terpapar Konten Seksual
Komdigi: Lebih dari 50% anak Indonesia terpapar konten seksual di media sosial; pemerintah keluarkan PP TUNA...