DNIKS Ajak Lansia Bergerak dan Membaca untuk Jaga Kesehatan
Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan, Effendy Choirie, mengajak lansia menjaga kebugaran dengan rutin bergerak dan membaca. Pernyataan itu disampaikan saat dialog "Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek" di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Ia menjelaskan alasan dan langkah sederhana agar kualitas hidup lansia tetap terjaga.
Tiga kebiasaan utama untuk lansia
Effendy menyebutkan ada tiga kebiasaan penting yang dapat membantu lansia tetap sehat dan produktif. Kebiasaan itu meliputi aktivitas fisik, membaca, dan berbagi pengetahuan kepada orang lain. Ia menekankan ketiganya saling melengkapi untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
- Terus bergerak lewat olahraga, silaturahmi, dan kegiatan sosial.
- Membaca berbagai sumber pengetahuan serta kitab suci untuk ketenangan batin.
- Berbagi ilmu dengan masyarakat agar pengalaman hidup memberi manfaat luas.
Manfaat bergerak bagi lansia
Menurut Effendy, gerak adalah kunci menjaga kebugaran fisik dan semangat hidup lansia. Aktivitas sederhana seperti bertemu teman, berjalan kaki, atau olahraga ringan dapat memperkuat daya tahan dan mobilitas. Keterlibatan sosial melalui silaturahmi juga membantu mengurangi rasa sepi dan meningkatkan kesejahteraan emosi.
"Gerak itu bisa melalui silaturahmi, bertemu banyak orang, berolahraga, dan berbagai kegiatan positif lainnya. Aktivitas tersebut dapat membantu lansia tetap sehat dan aktif menjalani kehidupan sehari-hari,"
Peran membaca dan berbagi pengetahuan
Effendy mendorong lansia membiasakan membaca untuk memperluas wawasan dan mempertahankan kemampuan berpikir. Selain sumber informasi umum, ia merekomendasikan membaca kitab suci sebagai pedoman hidup dan sumber ketenangan batin.
"Kalau ingin tetap sehat walafiat, terutama ketika menjadi lansia, maka harus terus bergerak dan membaca,"
Ia juga mengajak para lansia untuk membagikan ilmu dan pengalaman hidup. Dengan demikian, manfaat yang didapat tidak hanya bersifat pribadi tetapi juga menginspirasi generasi lebih muda.
Lansia dan teknologi: tren penggunaan internet
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menambahkan bahwa pemanfaatan internet oleh masyarakat Indonesia terus meningkat. Data survei profil internet Indonesia 2026 oleh APJII menunjukkan penetrasi mencapai 81,72 persen, setara sekitar 235 juta pengguna. Tren ini mendorong kelompok lansia lebih aktif menggunakan layanan digital untuk komunikasi dan akses informasi kesehatan.
"Kelompok lansia kini semakin aktif memanfaatkan internet untuk berkomunikasi dengan anak dan cucu. Internet juga dimanfaatkan untuk memperoleh informasi, mengakses layanan kesehatan, dan menjaga hubungan sosial,"
Kolaborasi antara aktivitas fisik, literasi baca, dan kemampuan digital dapat meningkatkan kualitas hidup lansia secara menyeluruh. Upaya berkelanjutan dari keluarga dan komunitas menjadi kunci agar manfaat tersebut dapat dirasakan luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri PU: Berita ASN Meninggal karena Cuti Ditolak Adalah Hoaks
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kabar ASN meninggal akibat cuti sakit ditolak adalah hoaks; pemeriksaan...
KSP: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hanya Dampingi Petugas Pajak
KSP menegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas hanya mendampingi petugas DJP, tanpa kewenangan penagihan atau pe...
Kepala BGN Ajak Masyarakat dan Media Awasi Program MBG
Kepala BGN Sudaryono mengajak masyarakat dan media mengawal Program Makan Bergizi Gratis demi layanan sesuai...
LPDS Luncurkan e-Learning UKW, Soroti Turunnya Kompetensi Wartawan
LPDS meluncurkan e-learning UKW pada HUT ke-38 untuk menjawab penurunan kompetensi wartawan di tengah melimp...
North Hub Mulai Fabrikasi FPSO, Target Produksi Perdana 2028
Fabrikasi FPSO Bahtera Haluan Lestari dimulai di Tanjung Balai Karimun; North Hub ditargetkan produksi gas p...
Kepala BGN: Petugas SPPG Jalankan MBG dengan Hati Nurani
Kepala BGN Sudaryono minta petugas SPPG jalankan Program MBG dengan hati nurani agar makanan aman, layak, da...