Nasional

LPDS Luncurkan e-Learning UKW, Soroti Turunnya Kompetensi Wartawan

Bagikan:

Lembaga Pendidikan Pers Dr. Soetomo (LPDS) meluncurkan platform e-learning untuk meningkatkan kompetensi wartawan pada peringatan hari jadinya ke-38, Jumat 24 Juli 2026 di Jakarta. LPDS menilai jumlah media di Indonesia terus bertambah, namun belum diikuti peningkatan kapasitas dan profesionalisme para jurnalis.

Peluncuran e-Learning dan tujuannya

Program e-learning yang dirilis berisi modul-modul yang berkaitan dengan uji kompetensi wartawan atau UKW. Platform ini disiapkan agar wartawan mendapatkan materi pendidikan dan pelatihan secara lebih mudah dan terjangkau.

Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, mengatakan inisiatif itu lahir karena kebutuhan pelatihan yang selama ini jarang sampai ke berbagai daerah. Menurutnya banyak wartawan belum pernah mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau upskilling.

LPDS mendapati dan merasakan adanya penurunan kapasitas dari sebagian wartawan yang ada di Indonesia. Saya berani bicara seperti ini karena kami adalah wartawan yang sudah sampai di hari ini

Kristanto menambahkan bahwa e-learning juga dibuat untuk mengatasi kendala biaya yang menghalangi wartawan mengikuti pelatihan tatap muka. Di LPDS, UKW tidak hanya untuk menguji tetapi juga memberikan coaching sehingga peserta memiliki bekal sebelum mengikuti uji kompetensi.

Kondisi kompetensi dan tantangan biaya

Kristanto memaparkan sebagian pelatihan yang ada kerap dianggap mahal atau tidak terjangkau bagi wartawan di daerah. Hal itu membuat gap antara jumlah media yang tumbuh dan kualitas wartawan semakin melebar.

LPDS berharap platform online dapat menjangkau lebih banyak pesertadan menurunkan hambatan biaya serta jarak.

Pengaduan ke Dewan Pers

Anggota Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, menyoroti banyaknya pengaduan masyarakat terkait pelanggaran kode etik jurnalistik. Niken menyebut jumlah pengaduan lebih dari 1.600 dalam satu tahun, dengan capaian sekitar 100 pengaduan per bulan.

Makanya, benar bahwa media saat ini mungkin sudah ada lebih dari puluhan ribu dan akan terus bertambah. Tetapi apakah kompetensi dan kapasitas profesionalisme para wartawan itu sudah teruji? Tentu tidak semuanya

Niken menilai e-learning UKW penting untuk membantu wartawan belajar secara mandiri dan memperdalam kompetensi sebelum tampil sebagai pelaku media profesional.

Buku dan penghormatan pada tokoh perempuan pers

Bertepatan dengan ulang tahun ke-38, LPDS juga meluncurkan buku berjudul Jejak Zaman Nilai Jurnalisme dan Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia. Buku ini mengangkat peran lima tokoh perempuan yang berkontribusi besar pada perjalanan pers nasional.

  • Rohana Koeddoes
  • S.K. Trimurti
  • Ani Idrus
  • Herawati Diah
  • Toety Azis

Peluncuran e-learning dan penerbitan buku menandai upaya LPDS memperkuat kapasitas wartawan sekaligus menjaga nilai-nilai jurnalisme. Ke depan, efektivitas platform ini akan dilihat dari jumlah peserta yang naik kelas kompetensi melalui UKW dan berkurangnya pengaduan terkait pelanggaran kode etik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait