Ekonomi

KAI Layani 258,99 Juta Penumpang dan 32,5 Juta Ton Barang

Bagikan:
Kereta KAI di stasiun saat operasional dengan penumpang menunggu

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 258.993.359 penumpang pada semester pertama 2026 dan mengangkut 32.498.043 ton barang. Data itu dirilis di Jakarta pada 23 Juli 2026. Kenaikan penumpang tercatat 7,55 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Kinerja penumpang dan angkutan barang

KAI mencatat pertumbuhan volume penumpang di berbagai segmen layanan. Anak usaha KAI Commuter melayani mayoritas pelanggan perkotaan dengan kenaikan tersendiri.

Keterangan Semester I 2026 Perubahan
Total penumpang KAI Group 258.993.359 orang Naik 7,55%
KAI Commuter (KRL) 204.151.200 orang Naik 6,58%
Angkutan barang 32.498.043 ton -
LRT Jabodebek (penumpang) - Naik 22,84%

Armada dan dukungan operasional

KAI mengoperasikan 551 unit lokomotif untuk mendukung perjalanan dan distribusi barang. Armada penumpang terdiri dari 2.238 unit kereta, sementara gerbong barang mencapai 8.907 unit.

Perusahaan menyesuaikan teknologi dan pola layanan sesuai segmen pelanggan. Teknologi berkisar dari lokomotif diesel hingga kereta cepat 350 km per jam.

Standar keselamatan dan kompetensi pekerja

KAI menekankan pengelolaan standar keselamatan dan kompetensi pekerja untuk menghadapi keberagaman teknologi. Perusahaan meningkatkan jumlah tenaga kerja bersertifikat untuk menjaga keandalan operasional.

  • Sertifikasi pekerja yang dibutuhkan: 18.297 posisi sepanjang tahun ini.
  • Pengawasan operasional berjalan selama 24 jam penuh.
  • Penerapan prosedur perawatan dan disiplin operasi yang konsisten.

"Perbedaan teknologi tersebut dikelola melalui standar keselamatan, keandalan, kompetensi pekerja, dan disiplin operasi yang konsisten. Tujuannya sama, yaitu memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, tepat waktu, andal, dan nyaman bagi pelanggan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

KAI juga menggunakan aplikasi khusus Safety Railway Information (SRI) untuk memitigasi potensi bahaya secara cepat. Aplikasi ini menjadi salah satu upaya meningkatkan respons keselamatan.

"Dari lokomotif diesel hingga kereta cepat, teknologinya berbeda tetapi prinsip operasinya tetap sama. Keselamatan dijaga melalui pekerja yang kompeten, fasilitas perawatan yang memadai, disiplin terhadap prosedur, serta pengawasan yang berjalan selama 24 jam," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Implikasi dan prospek

Peningkatan volume penumpang dan barang menunjukkan kenaikan permintaan transportasi kereta api. KAI perlu terus menguatkan sertifikasi tenaga kerja dan sistem keselamatan untuk menjaga layanan andal dan aman.

Perusahaan juga dituntut menyesuaikan frekuensi, kapasitas, dan kenyamanan layanan sesuai karakter tiap segmen pelanggan. Langkah tersebut penting untuk mempertahankan pertumbuhan dan meningkatkan kepuasan pengguna.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait