Indonesia Terbitkan Panda Bonds Rp18,5 T, Laris di Pasar Tiongkok
Pemerintah Indonesia menerbitkan Panda Bonds, yaitu Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Yuan Tiongkok, yang resmi ditawarkan di pasar Tiongkok pada 23 Juli 2026. Penerbitan kali ini merupakan yang pertama untuk pasar Tiongkok dan bernilai 7 miliar Yuan (sekitar USD 1,03 miliar atau Rp18,50 triliun).
Rincian tenor dan kupon
Penerbitan terbagi menjadi dua tenor. Pemerintah menerbitkan seri tiga tahun dan lima tahun dengan kupon masing-masing sesuai permintaan pasar.
| Tenor | Kode | Nilai (CNY) | Kupon |
|---|---|---|---|
| 3 tahun | RICNY0729 | 5,6 miliar | 1,90% |
| 5 tahun | RICNY0731 | 1,4 miliar | 2,19% |
Respon pasar dan peringkat
Kementerian Keuangan menyatakan penerbitan ini mendapat respons positif dari investor di Tiongkok. Total peak orderbook mencapai sekitar CNY17 miliar, atau menunjukkan bid-to-cover ratio 2,4 kali.
Tingginya permintaan ini menurut pemerintah mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi serta kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia. Di pasar Tiongkok, instrumen ini memperoleh peringkat AAA (stabil) dari lembaga rating China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.
Tujuan penggunaan dana
Kementerian Keuangan menyebut hasil penerbitan Panda Bonds akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026. Penerbitan juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok, kata pernyataan resmi kementerian.
Penerbitan SUN denominasi Yuan ini menandai langkah baru dalam diversifikasi instrumen dan pasar pembiayaan pemerintah, sekaligus menggarisbawahi minat investor Tiongkok terhadap surat utang Indonesia.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...