Riset di ISS Buka Jalan Terapi Masa Depan
Riset di ISS membuka penelitian yang meneliti dampak mikrogravitasi terhadap pertumbuhan tulang rawan dan sistem pencernaan. Awak Ekspedisi 74 melakukan eksperimen ini sejak Juni 2026 di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Tujuannya untuk menjaga kesehatan astronaut dan mengembangkan terapi medis bagi pasien di Bumi. Penelitian juga mendukung desain wahana antariksa untuk misi jangka panjang.
Riset di ISS dilakukan oleh tim gabungan NASA, Roscosmos, dan ESA. Percobaan bioteknologi melibatkan penumbuhan sel tulang rawan yang dibekukan lalu dicairkan. Astronaut Jessica Meir dan Chris Williams memproses sampel di dalam glovebox laboratorium Kibo. Sampel diberi nutrisi dan ditempatkan dalam inkubator untuk mendukung pertumbuhan jaringan.
Eksperimen tulang rawan
Para ilmuwan menumbuhkan jaringan tulang rawan di lingkungan mikrogravitasi untuk melihat perbedaan pola pertumbuhan. Proses ini membantu menilai bagaimana sel merespons tanpa beban gravitasi. Data digunakan untuk mengembangkan terapi regeneratif dan obat baru di Bumi. Hasilnya juga relevan untuk kesehatan astronaut selama misi panjang.
Studi pencernaan di mikrogravitasi
Riset di ISS juga fokus pada fungsi pencernaan setelah makan. Kosmonaut Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev memakai perangkat ultrasound untuk memindai area perut. Hasil pemindaian memperlihatkan perubahan aliran darah dan posisi organ di kondisi mikrogravitasi. Data ini dapat meningkatkan perawatan masalah pencernaan pada manusia di Bumi dan misi luar angkasa.
Teknologi pemantauan dan kecerdasan buatan
Jessica Meir bersama astronaut ESA Sophie Adenot menggunakan perangkat EchoFinder-2 untuk memindai organ dan pembuluh darah. Teknologi ini memadukan augmented reality dan kecerdasan buatan untuk mempermudah identifikasi organ. Penggunaan AR dan AI membuka peluang pemantauan kesehatan mandiri pada misi ke Bulan dan Mars. Sistem ini juga berpotensi mempercepat diagnosis jarak jauh dalam kondisi darurat.
spacewalk untuk perawatan robotik
Selain eksperimen ilmiah, awak juga bersiap melakukan spacewalk akhir bulan ini. NASA berencana mengumumkan dua astronaut yang akan memperbaiki lengan robotik Canadarm2 pada 30 Juni. Perawatan ini penting untuk operasi pemindahan dan perbaikan di luar stasiun. Kolaborasi antara penelitian biomedis dan operasi teknis menunjukkan multifungsi misi di ISS.
Implikasi ke depan: Temuan dari eksperimen ini dapat mempercepat pengembangan terapi regeneratif dan solusi kesehatan jarak jauh. Selain manfaat klinis di Bumi, teknologi dan data dari ISS akan menjadi aset penting bagi misi antariksa berawak yang lebih jauh.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Hujan Meteor June Bootids Diprediksi Capai Puncak Pekan Depan
Hujan meteor June Bootids diperkirakan puncak pekan depan; biasanya lemah, namun kadang muncul lonjakan hing...
ERNEST Uji Coba di Gurun, Siap Jelajah Bulan Lebih Cepat
JPL menguji rover ERNEST di Gurun California; menempuh 16 mil dalam 37 jam sebagai persiapan misi Bulan.
Misi Penyelamatan Swift Dimulai: Stargazer Lepas Landas dengan Pegasus XL
Stargazer lepas landas 18 Juni 2026 membawa Pegasus XL dan wahana LINK untuk mendocking Neil Gehrels Swift O...
Hubble Tangkap Tabrakan Dua Gugus Galaksi CL0016+1609
Hubble merekam penggabungan dua gugus galaksi CL0016+1609, memetakan materi gelap lewat pelensaan gravitasi...
Hubble & Webb: Terzan 5 Bukan Gugus Bintang Biasa
Hubble dan Webb menemukan Terzan 5 memiliki empat generasi bintang, bukan gugus bola tunggal, mengungkap sej...
El Niño Menguat, NASA dan NOAA Catat Pemanasan Samudra Pasifik
NOAA resmi menetapkan El Niño pada 11 Juni 2026; satelit mencatat pemanasan dan kenaikan tinggi permukaan la...