Revitalisasi Sekolah di Sorong Perluas Akses Pendidikan Papua
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan program revitalisasi sekolah di Sorong, Papua Barat Daya, sebagai upaya memperluas akses dan memperbaiki fasilitas belajar bagi siswa setempat. Peresmian dilakukan bersamaan dengan penyerahan bantuan untuk program tahun 2026, disampaikan dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
Rincian bantuan dan cakupan program
Program tahun 2025 menjangkau sekolah-sekolah di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Pemerintah menargetkan perbaikan fasilitas di wilayah timur Indonesia agar lingkungan belajar lebih aman dan nyaman.
- Kota Sorong: 12 sekolah, bantuan sekitar Rp4,9 miliar.
- Kabupaten Sorong: 15 sekolah, bantuan sekitar Rp22 miliar.
- Program 2026 disiapkan untuk puluhan sekolah tambahan.
Prioritas diberikan kepada sekolah yang mengalami rusak berat, dan yang berada di daerah tertinggal, terdepan, serta terluar. Sekolah terdampak bencana juga menjadi sasaran utama.
Dampak langsung di sekolah lokal
Pihak sekolah melaporkan perbaikan fasilitas yang nyata. Salah satu penerima, SMK Negeri 1 Kota Sorong, mendapatkan penambahan toilet dan perpustakaan baru. Sekolah berencana mengembangkan perpustakaan digital untuk mendukung pembelajaran modern.
"Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital."
– Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, A. H. P. Ompusunggu
Di Kabupaten Sorong, SMA Negeri 5 menerima perbaikan ruang administrasi dan laboratorium yang sebelumnya rusak berat. Guru dan murid menyambut baik perbaikan tersebut.
"Guru dan murid sangat senang melihat fasilitas sekolah kini lebih baik. Kami berharap pendidikan Papua semakin berkembang."
– Kepala SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies
Target nasional dan manfaat ekonomi
Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi menjangkau 71.744 satuan pendidikan sepanjang 2026. Program ini dirancang untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
"Kami berkomitmen revitalisasi terus dilaksanakan hingga seluruh pelosok Indonesia. Pemerintah ingin pemerataan pendidikan benar-benar terwujud."
– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti
"Revitalisasi bukan hanya memperbaiki sekolah tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal masyarakat. Program ini melibatkan tenaga kerja dan mitra setempat."
– Abdul Mu'ti
Selain meningkatkan kualitas ruang belajar, program diharapkan menyerap tenaga kerja lokal dan memberdayakan mitra usaha setempat.
Prospek dan tindak lanjut
Pemerintah akan melanjutkan program dan memperluas cakupan sesuai prioritas wilayah. Fasilitas baru diharapkan membuat siswa lebih fokus dan percaya diri dalam proses belajar.
Langkah selanjutnya termasuk pengembangan sumber belajar digital dan pengawasan pemanfaatan dana agar manfaat revitalisasi terasa luas, terutama di daerah terluar Papua.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan GNPP: Pelayanan Publik Terintegrasi 24/7
Pemerintah meluncurkan GNPP untuk layanan publik terintegrasi dan meluncurkan simbol 24/7, serta percepatan...
Mensos Bahas Penguatan Tata Kelola Program Sekolah Rakyat dengan ICW
Mensos bertemu ICW membahas penguatan tata kelola Program Sekolah Rakyat untuk cegah korupsi dan perbaiki pe...
LPDS Luncurkan Buku Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia
LPDS meluncurkan buku yang mengangkat jejak lima tokoh perempuan pers Indonesia sebagai catatan sejarah dan...
LPDS Luncurkan e-Learning UKW di Ulang Tahun Ke-38
LPDS meluncurkan e-Learning UKW saat ulang tahun ke-38 untuk memudahkan akses materi dan coaching bagi calon...
Kemenhut Revisi Permen LHK untuk Percepat Hilirisasi dan Tarik Investasi
Kemenhut menyusun revisi Permen LHK Nomor 8/2021 untuk mempercepat hilirisasi hasil hutan dan menarik invest...
BSPS Berbasis Material Gerakkan Ekonomi Desa
Wamen PKP Fahri Hamzah menyatakan BSPS diubah menjadi bantuan material untuk mendorong ekonomi desa melalui...