Menbud Minta Dukungan Pemda untuk Revitalisasi Cagar Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta dukungan pemerintah daerah untuk mempercepat revitalisasi cagar budaya di seluruh Indonesia. Permintaan itu disampaikan di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026, seiring target pemerintah merevitalisasi sekitar 200 cagar budaya tahun ini, termasuk istana, keraton, museum provinsi, dan taman budaya.
Target dan cakupan revitalisasi
Pemerintah menargetkan revitalisasi massal pada 2026 untuk memperkuat pelestarian dan meningkatkan daya tarik wisata berbasis sejarah. Proyek yang diprioritaskan mencakup Istana Maimoon Medan, Keraton Surakarta, museum provinsi, serta taman budaya di berbagai daerah.
Revitalisasi tidak hanya renovasi fisik, tetapi juga pembaruan tata pamer agar koleksi lebih mudah dipahami dan menarik bagi pengunjung, terutama generasi muda.
Dana dan peran pemerintah daerah
Kementerian Kebudayaan telah menyalurkan dana alokasi khusus untuk museum dan taman budaya dengan besaran antara Rp1-3 miliar per lokasi. Meski demikian, Menbud menegaskan pentingnya pendanaan pendamping dari pemerintah daerah agar hasil revitalisasi lebih optimal dan berkelanjutan.
"Kami sudah breakdown ada sekitar 200 yang tahun ini akan direvitalisasi,"
— Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, Jakarta, 5 Agustus 2026.
Fadli memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah mengalokasikan anggaran, menyebutkan Provinsi Sulawesi Utara sebagai contoh yang memberikan dukungan APBD signifikan untuk revitalisasi museum provinsi.
"Ada juga kepala-kepala daerah atau gubernur yang peduli seperti Sulawesi Utara. Pemprov setempat mengalokasikan anggaran APBD untuk revitalisasi museum provinsi tersebut,"
— Fadli Zon.
Peningkatan tata pamer dan fungsi edukasi
Kemenbud memprioritaskan pembaruan tata pamer agar koleksi bersejarah disajikan secara modern dan edukatif. Tujuannya meningkatkan minat kunjungan publik dan menjadikan museum sebagai ruang pembelajaran yang rutin dikunjungi generasi muda.
Menurut Menbud, banyak museum daerah memiliki koleksi berharga yang belum tersaji optimal sehingga dibutuhkan pendekatan kuratorial dan interpretasi yang lebih kuat.
Dampak dan harapan ke depan
Fadli berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat sehingga target revitalisasi nasional tercapai. Ia menyatakan upaya ini diharapkan memperkuat identitas budaya bangsa sekaligus meningkatkan potensi wisata sejarah dan kebudayaan.
"Diharapkan kami mampu memperkuat identitas budaya Indonesia sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis sejarah dan kebudayaan,"
— Fadli Zon.
Langkah selanjutnya adalah mendorong lebih banyak pemerintah daerah menyediakan anggaran pendamping dan memastikan revitalisasi berjalan terencana, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Percepat Pembangunan Jargas untuk Kurangi Impor LPG
Pemerintah percepat pembangunan Jargas untuk mengurangi impor LPG dan tingkatkan kemandirian energi melalui...
Sejarah PPKI: Peran Kunci Menyiapkan Pemerintahan Indonesia
PPKI dibentuk 7 Agustus 1945 untuk merumuskan UUD 1945, menetapkan Pancasila, dan menyusun pemerintahan pasc...
BMKG: Daerah Awas Kekeringan Parah Awal Agustus 2026
BMKG peringatkan DIY, NTB, dan NTT berstatus awas kekeringan pada 1–10 Agustus 2026; masyarakat diminta hema...
Yusuf Ronodipuro: Penyiar Pertama yang Menyiarkan Proklamasi RI
Yusuf Ronodipuro adalah penyiar yang pertama menyiarkan Proklamasi RI lewat radio pada 17 Agustus 1945, mesk...
Kementan Percepat Pompanisasi Jaga Ketahanan Pangan 2026
Kementan percepat distribusi 56 ribu unit pompa pada 2026 untuk jaga pasokan air sawah menghadapi potensi El...
Soeara Asia & Tjahaya: Media Pertama Beritakan Proklamasi
Soeara Asia (Surabaya) dan Tjahaya (Bandung) memuat berita Proklamasi pada 18 Agustus 1945, cepat menyebarka...