Kemenkes Renovasi 10.000 Puskesmas dan Revitalisasi 441 RSUD
Kementerian Kesehatan menargetkan renovasi 10.000 puskesmas, pembangunan 514 laboratorium kesehatan masyarakat, dan revitalisasi 441 RSUD di seluruh Indonesia. Program itu diumumkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan kesehatan dengan target penyelesaian pada 2029–2030.
Rencana renovasi puskesmas dan fasilitas pendukung
Renovasi akan menyasar puskesmas yang rusak berat, fasilitas di kecamatan padat penduduk, serta kecamatan yang belum memiliki puskesmas. Selain bangunan, pemerintah juga akan melengkapi fasilitas dengan infrastruktur pendukung seperti listrik, internet, dan ambulans.
Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas pemerataan akses layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil dan pulau-pulau berpenghuni.
Puskesmas yang ada di seluruh kecamatan maupun kecamatan yang belum memiliki puskesmas, atau terlalu padat penduduknya, ataupun puskesmas rusak berat. Itu yang akan kita renovasi dan kita akan bangun yang belum memiliki
Revitalisasi RSUD dan pembangunan laboratorium
Selain puskesmas, program juga mencakup revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) serta pembangunan 514 laboratorium kesehatan masyarakat di tingkat kabupaten/kota. Penguatan laboratorium dimaksudkan untuk memperbaiki sistem surveilans kesehatan dan kapasitas diagnostik.
Kalau saudara-saudara ingat dulu pada waktu COVID, kita kesulitan sekali melakukan tes diagnostik PCR. Karena kita tidak ada alatnya
Target waktu, anggaran, dan dampak layanan
Menkes menegaskan transformasi kesehatan nasional diharapkan selesai pada 2029 atau 2030, selaras dengan arahan Presiden. Dengan penyelesaian tepat waktu, pemerintah berharap standar pelayanan kesehatan meningkat dan jangkauan layanan menyentuh masyarakat di ribuan pulau berpenghuni di Indonesia.
Kami berharap program ini dapat meningkatkan standar pelayanan kesehatan hingga menjangkau masyarakat di ribuan pulau berpenghuni di Indonesia. Diharapkan di tahun 2029 atau 2030, sesuai target Bapak Presiden, ini semua sudah harus selesai
Ringkasan angka program
| Program | Target |
|---|---|
| Renovasi puskesmas | 10.000 |
| Pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat | 514 |
| Revitalisasi RSUD | 441 |
Pelaksanaan program ini akan menjadi penentu kemampuan sistem kesehatan menghadapi ancaman masa depan dan memperkecil kesenjangan layanan antarwilayah. Selanjutnya, pemerintah perlu merinci alokasi anggaran, jadwal pelaksanaan per wilayah, dan mekanisme pengawasan agar target 2029–2030 dapat tercapai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Daftar Gempa Besar NTT dan Respons Pemerintah 2026
BNPB catat ratusan gempa susulan setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026; pemerintah aktifkan posko pe...
Menko PM: Keselamatan Prioritas Usai Gempa 7,7 di NTT
Menko PM Muhaimin Iskandar pastikan keselamatan warga jadi prioritas setelah gempa 7,7 mengguncang NTT; peme...
BMKG: Gempa Magnitudo 7,7 di Flores Disebabkan oleh Flores Back-Arc Thrust
BMKG menyebut gempa Magnitudo 7,7 di Flores (15 Agustus 2026) dipicu oleh pergerakan pada Flores Back-Arc Th...
Guru Asmat Dorong Penguatan Digitalisasi Pembelajaran 3T
Guru SMP Negeri 1 Sawa Erma di Asmat minta penguatan digitalisasi lewat fasilitas dan pendampingan agar tekn...
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Ruteng NTT, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Pagi ini Ruteng, Manggarai (NTT) diguncang gempa magnitudo 5,2 pada 16 Agustus 2026 pukul 06.12 WIB; BMKG me...
Kemkomdigi Pulihkan 200 BTS Terdampak Gempa NTT
Kemkomdigi memantau dan memulihkan 200 BTS di 10 kabupaten NTT pasca gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026; pemuli...