DPR Gelar Rapat Paripurna HUT ke-81 dan Uji Kelayakan Pimpinan BI
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar Rapat Paripurna khusus pada Selasa, 1 September 2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Pertemuan ini memperingati HUT ke-81 DPR RI dan menjadi ajang penyampaian laporan kinerja DPR Tahun Sidang 2025-2026.
Sidang khusus dan laporan kinerja
Rapat dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani yang membuka sidang dan menyatakan agenda terbuka untuk umum. Pada sesi ini Puan dijadwalkan menyampaikan pidato peringatan HUT, lalu dilanjutkan dengan penyampaian laporan kinerja DPR Tahun Sidang 2025-2026.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, perkenankan kami selaku Pimpinan Dewan membuka Rapat Paripurna Khusus DPR RI. Dalam rangka hari ulang tahun ke-81 DPR RI sekaligus penyampaian laporan kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 pada hari Selasa, tanggal 1 September 2026, kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum," ujar Puan, Selasa, 1 September 2026.
Kehadiran pimpinan lembaga negara
Rapat dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara sebagai tamu kehormatan. Kehadiran itu menegaskan fungsi pertemuan sebagai momentum seremonial sekaligus evaluasi kinerja.
- Wakil Ketua DPR: Sufmi Dasco Ahmad, Sari Yuliati, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurizal
- Ketua MPR: Ahmad Muzani
- Ketua DPD: Sultan Bachtiar Najamudin
- Wakil Ketua MPR: Rusdi Kirana, Hidayat Nur Wahid, dan Lestari Moerdijat
Agenda lanjutan: pembahasan calon pimpinan Bank Indonesia
Usai sidang khusus, DPR melanjutkan dengan Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027. Agenda utama adalah pembahasan laporan Komisi XI terkait hasil fit and proper test calon Pimpinan Bank Indonesia.
Posisi yang dibahas meliputi:
- Gubernur Bank Indonesia
- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
- Deputi Gubernur Bank Indonesia
Setelah pembahasan, rapat dijadwalkan melakukan pengambilan keputusan atas rekomendasi Komisi XI.
Agenda lain: Pansus RUU Jaminan Benda Bergerak
Di samping itu, DPR juga akan membahas penetapan keanggotaan Panitia Khusus (Pansus) untuk Rancangan Undang-Undang tentang Jaminan Benda Bergerak. Pembahasan ini dijadwalkan diakhiri dengan pengambilan keputusan resmi.
Rangkaian agenda hari ini menempatkan paripurna sebagai forum ganda: peringatan sejarah institusi sekaligus forum pengambilan keputusan politik penting. Hasil rapat akan menentukan langkah DPR dalam penetapan pimpinan BI dan pembentukan Pansus untuk RUU yang sedang dibahas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Puan: DPR Terbuka Terhadap Kritik, Siap Benahi Kinerja
Puan Maharani menyatakan DPR terbuka terhadap kritik dan siap berbenah setelah laporan kinerja Tahun Sidang...
DPR Terima 9.205 Pengaduan Masyarakat Sepanjang 2025–2026
DPR RI menerima 9.205 pengaduan sepanjang Tahun Sidang 2025–2026; semua aspirasi diteruskan ke alat kelengka...
Pemerintah Perkuat Koordinasi Humas Pusat-Daerah Lawan Hoaks
Pemerintah perkuat koordinasi humas pusat-daerah untuk mempercepat komunikasi kebijakan dan melawan disinfor...
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri EEF ke-11 di Vladivostok
Presiden Prabowo dijadwalkan menjadi tamu utama EEF ke-11 di Vladivostok (1-4 Sept 2026) dan bertemu Preside...
DPR Minta Kemenekraf Susun Roadmap Ekonomi Kreatif Terpadu
Komisi VII DPR minta Kemenekraf susun roadmap terpadu dengan target terukur, pipeline proyek, dan dukungan a...
Komisi VII Dorong Kenaikan Anggaran untuk Pemberdayaan Ekonomi
Komisi VII mendorong kenaikan anggaran K/L agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat berdampak nyata dan...