DPR Terima 9.205 Pengaduan Masyarakat Sepanjang 2025–2026
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima 9.205 pengaduan masyarakat sepanjang Tahun Sidang 2025–2026. Ketua DPR, Puan Maharani, mengatakan semua aspirasi telah diteruskan kepada alat kelengkapan Dewan untuk ditindaklanjuti melalui rekomendasi kepada pemerintah. Laporan disampaikan saat Rapat Paripurna Khusus peringatan HUT ke-81 DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Penerimaan dan saluran pengaduan
Dari total 9.205 pengaduan, mayoritas masuk lewat surat resmi. Saluran lain adalah website resmi DPR dan kanal internal alat kelengkapan Dewan (AKD). Data ini menjadi dasar bagi DPR untuk merumuskan rekomendasi kebijakan dan tindak lanjut pengawasan.
| Saluran | Jumlah |
|---|---|
| Surat fisik | 7.055 |
| Website DPR RI | 2.011 |
| Alat Kelengkapan Dewan (AKD) | 139 |
| Total | 9.205 |
DPR RI juga telah menerima aspirasi masyarakat yang disampaikan secara tertulis. Baik secara fisik maupun online melalui website DPR RI,
Rangka pengawasan: Panja, Tim, dan rapat
Selain menerima pengaduan, DPR membentuk sejumlah badan pengawas. Sepanjang periode itu dibentuk 42 Panitia Kerja (Panja) Pengawasan, terdiri atas 27 Panja yang masih berjalan dan 15 Panja yang telah menyelesaikan tugasnya. DPR juga membentuk empat Tim Pengawas dan satu Satuan Tugas khusus untuk menjalankan fungsi pengawasan.
DPR mencatat terselenggara 1.377 rapat sepanjang Tahun Sidang 2025–2026. Rinciannya adalah 332 rapat untuk fungsi legislasi, 309 rapat untuk fungsi anggaran, dan 736 rapat untuk fungsi pengawasan. Angka ini menunjukkan fokus besar DPR pada aktivitas pengawasan publik.
Evaluasi kinerja dan respons terhadap kritik
Puan menekankan bahwa jumlah rapat atau produk legislasi bukan satu-satunya tolok ukur kinerja. Menurutnya, ukuran utama adalah seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dari kerja DPR.
Kinerja DPR RI sebagai wakil rakyat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dikerjakan. Akan tetapi seberapa berarti hasil kerja DPR RI bagi kehidupan rakyat,
Puan juga mengakui masih ada ruang memperbaiki kualitas pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, serta diplomasi parlemen. Karena itu DPR menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan publik sebagai bagian dari proses demokrasi yang menjaga kedekatan wakil rakyat dengan aspirasi masyarakat.
Langkah berikutnya, kata Puan, adalah menindaklanjuti pengaduan itu menjadi rekomendasi konkret kepada pemerintah untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan rakyat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamendag Cek Harga MINYAKITA di Pasar Nusukan, Sesuai HET
Wamendag Dyah Roro cek MINYAKITA di Pasar Nusukan, Surakarta (5 Sept 2026); harga Rp15.700/liter, sesuai HET...
Kemenko Pangan Uji Model Kedelai di Cariu, Target 100 Ha 2027
Kemenko Pangan uji pilot kedelai di Cariu, Bogor (25 ha) dengan target 100 ha pada 2027 untuk kurangi keterg...
Alumni Connect PPI Dunia Perkuat Jejaring Lewat Sarasehan
Alumni Connect PPI Dunia gelar sarasehan di Jakarta (5 Sep 2026) untuk memperkuat jejaring alumni luar neger...
Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Beras Tepat Sasaran
Bapanas pastikan bantuan pangan beras tepat sasaran menggunakan DTSEN, koordinasi dengan Kemensos, dan penya...
Kemenhut-BMKG Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalbar, Kalteng, Jatim
Kemenhut dan BMKG intensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada awal September 2026 untuk memadamkan karhu...
Alumni Connect PPI Dunia Jadi Ruang Berbagi dan Kolaborasi
Alumni Connect PPI Dunia di Jakarta mendorong alumni berbagi pengalaman dan berkolaborasi untuk memperluas d...