Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri EEF ke-11 di Vladivostok
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri pertemuan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 pada 1-4 September 2026 di Vladivostok, Rusia. Pengumuman ini disampaikan Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin, Yuri Ushakov, pada Selasa, 1 September 2026.
Rangkaian kehadiran dan jadwal
Forum berlangsung sejak 1 hingga 4 September 2026 dan akan dihadiri sejumlah pemimpin negara. Kehadiran Presiden Prabowo ditempatkan sebagai bagian dari sesi pleno utama forum.
Siapa saja yang akan hadir
Menurut keterangan Ushakov, selain Indonesia, banyak pemimpin tinggi negara lain dijadwalkan hadir. Daftar pejabat yang disebut akan mengikuti sesi pleno meliputi:
- Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral
- Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw
- Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang
"Presiden Indonesia, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang akan menghadiri sesi pleno EEF,"
Peran dan tujuan EEF
Eastern Economic Forum adalah forum internasional tahunan yang diadakan di Vladivostok. Tujuan utamanya adalah memperkuat aliran investasi asing ke Rusia dan mendorong kerja sama ekonomi lintas kawasan.
Forum juga diarahkan untuk mendukung pengembangan wilayah Timur Jauh Rusia. Selain itu, EEF berperan mempererat hubungan ekonomi antara Rusia dan negara-negara kawasan Asia-Pasifik.
Pertemuan bilateral yang direncanakan
Ushakov menyatakan Presiden Prabowo akan menjadi tamu utama pada EEF kali ini. Selain menghadiri sesi pleno, Prabowo juga dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Pada kesempatan kali ini, Presiden Indonesia Bapak Subianto akan menjadi tamu utama dalam Eastern Economic Forum ke-11,"
Potensi dampak
Kunjungan dan partisipasi di forum ini berpotensi membuka ruang investasi dan kerja sama ekonomi baru bagi Indonesia. Kehadiran kepala negara pada forum internasional juga dapat memperkuat posisi diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan.
Forum EEF ke-11 akan menjadi momen penting bagi dialog ekonomi antarnegara, sekaligus kesempatan bagi pejabat Indonesia untuk memperluas kerja sama strategis di sektor investasi dan pembangunan kawasan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenekraf Usul Tambahan Anggaran Rp1,73 Triliun untuk 2027
Kemenekraf mengusulkan tambahan anggaran Rp1,73 triliun untuk 2027 guna memperkuat program Desa Kreatif, Cre...
Puan: DPR Terbuka Terhadap Kritik, Siap Benahi Kinerja
Puan Maharani menyatakan DPR terbuka terhadap kritik dan siap berbenah setelah laporan kinerja Tahun Sidang...
DPR Terima 9.205 Pengaduan Masyarakat Sepanjang 2025–2026
DPR RI menerima 9.205 pengaduan sepanjang Tahun Sidang 2025–2026; semua aspirasi diteruskan ke alat kelengka...
Pemerintah Perkuat Koordinasi Humas Pusat-Daerah Lawan Hoaks
Pemerintah perkuat koordinasi humas pusat-daerah untuk mempercepat komunikasi kebijakan dan melawan disinfor...
DPR Minta Kemenekraf Susun Roadmap Ekonomi Kreatif Terpadu
Komisi VII DPR minta Kemenekraf susun roadmap terpadu dengan target terukur, pipeline proyek, dan dukungan a...
DPR Gelar Rapat Paripurna HUT ke-81 dan Uji Kelayakan Pimpinan BI
DPR menggelar rapat paripurna 1 Sept 2026 di Senayan untuk peringati HUT ke-81 dan membahas uji kelayakan ca...