Puan: DPR Terbuka Terhadap Kritik, Siap Benahi Kinerja
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan DPR masih banyak ruang perbaikan dan terbuka menerima kritik serta masukan dari publik. Pernyataan ini disampaikan saat pelaporan kinerja DPR Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rapat Paripurna Khusus di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Puan akui DPR perlu berbenah
Puan menegaskan DPR akan terus meningkatkan kualitas kerja pada fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, dan diplomasi parlemen. Ia menilai langkah perbaikan penting untuk menjawab harapan publik dan meningkatkan efektivitas lembaga.
Menurut Puan, DPR tidak menutup diri terhadap kritik. Sebaliknya, kritik dianggap sebagai pendorong transformasi demi kinerja yang lebih baik.
Kritik sebagai bagian dari hubungan demokratis
Puan mengingatkan bahwa kritik tidak harus dipahami sebagai pemisah antara rakyat dan DPR. Sebaliknya, kritik menjadi elemen penting dalam menjaga kedekatan lembaga dengan aspirasi masyarakat.
"Kritik tidak semestinya dipandang sebagai jarak antara rakyat dan DPR. Melainkan sebagai bagian dari hubungan demokratis yang menjaga DPR RI tetap dekat dengan aspirasi dan kenyataan hidup rakyat,"
Dia menambahkan bahwa setiap masukan akan dijadikan dasar evaluasi internal untuk perbaikan kebijakan dan praktik kerja DPR.
Rekaman kinerja DPR 2025-2026
Dalam laporannya, Puan memaparkan capaian aktivitas DPR sepanjang Tahun Sidang 2025-2026. DPR menggelar 1.377 rapat selama periode tersebut. Selain itu, lembaga menerima 9.205 pengaduan masyarakat.
Angka-angka itu, menurut Puan, menjadi tolok ukur penting untuk menilai seberapa jauh DPR mendekatkan diri pada masalah nyata yang dihadapi rakyat.
Kepercayaan publik dan konsistensi kebijakan
Puan menekankan bahwa membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya dengan pernyataan. Kepercayaan harus diwujudkan melalui konsistensi antara aspirasi yang diserap, kebijakan yang dibuat, dan manfaat yang dirasakan rakyat.
"DPR RI memahami bahwa kepercayaan rakyat tidak tumbuh hanya dari apa yang disampaikan melalui kata-kata. Tetapi terutama dari konsistensi antara aspirasi yang didengar, kebijakan yang diambil, dan manfaat yang dapat dirasakan oleh rakyat,"
Ia menyatakan fokus DPR bukan semata pada kuantitas kerja, tetapi pada makna dan dampak hasil kerja terhadap kehidupan masyarakat.
Momentum HUT ke-81 dan prospek ke depan
Menjelang HUT ke-81 DPR RI, Puan melihat momentum ini sebagai kesempatan memperkuat pengabdian dan meningkatkan kepercayaan publik. Ia mengajak seluruh elemen DPR untuk terus membuka ruang dialog dengan masyarakat dan menjadikan kritik sebagai bahan perbaikan berkelanjutan.
Dengan menempatkan konsistensi dan manfaat publik sebagai tolok ukur, DPR berharap mampu memperbaiki citra dan efektivitas kerja demi kepentingan rakyat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...