Puncak Haji 2026: Komisi VIII Imbau Jemaah Patuhi Arahan Petugas
Komisi VIII DPR mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk disiplin mematuhi arahan petugas menjelang puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Imbauan Komisi VIII menjelang Armuzna
Anggota Komisi VIII, An’im Falachuddin, menekankan bahwa kepatuhan total terhadap petugas lapangan menjadi kunci keselamatan dan kelancaran ibadah. Imbauan itu disampaikan pada Selasa, 19 Mei 2026, menjelang fase puncak yang melibatkan jutaan jemaah.
"Mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mematuhi aturan yang disampaikan petugas haji menjelang pelaksanaan puncak haji tahun ini. Aturan yang diberikan tentunya demi kebaikan seluruh jemaah,"
An’im juga mengingatkan agar jemaah membatasi aktivitas fisik di luar hotel. Ia menekankan pentingnya menjaga stamina karena rangkaian Armuzna menuntut ketahanan fisik tinggi.
"Puncak haji, aktivitas fisik akan sangat padat, mulai dari pergerakan menuju Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melempar jumrah di Mina. Seluruh rangkaian tersebut membutuhkan kondisi fisik yang prima,"
Petunjuk saat wukuf dan pelontaran jumrah
Menjelang wukuf di Arafah, An’im menyarankan jemaah fokus berdiam di tenda untuk berzikir, berdoa, dan melantunkan Surat Al-Ikhlas sebanyak-banyaknya. Ia menekankan pentingnya mengikuti jadwal pelontaran jumrah yang ditetapkan petugas.
"Jemaah jangan egois dan wajib mengikuti jadwal waktu melontar Jumrah (Ula, Wustha, Aqabah) yang telah ditetapkan. Guna menghindari tragedi desak-desakan, jemaah harus mengikuti jadwal yang telah ditentukan petugas,"
Catatan teknis untuk jemaah
An’im mengingatkan dua hal teknis krusial yang wajib diperhatikan jemaah Indonesia selama menunaikan ibadah:
- Membawa obat-obatan pribadi dalam tas jinjung untuk penanganan cepat.
- Tidak meninggalkan kartu nusuk di hotel agar administrasi dan layanan tetap lancar.
Data keberangkatan dan layanan Kemenhaj
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mencatat hingga pertengahan Mei 2026 sebanyak 159 ribu jemaah Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Jumlah tersebut disertai pelaksanaan layanan yang dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Sejauh ini, 411 kelompok terbang telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi. Angka itu mencakup jemaah reguler dan ribuan petugas pendamping. Pemerintah juga mencatat lebih dari 11 ribu jemaah haji khusus telah tiba dan menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.
"Seluruh layanan haji Indonesia berjalan lancar dengan pendampingan penuh petugas. Pengawasan dilakukan bagi jemaah di Makkah maupun Madinah,"
Penutup: fokus keselamatan dan kepatuhan
Dengan padatnya aktivitas di fase Armuzna, Pemerintah dan Komisi VIII menekankan sinergi antara jemaah dan petugas. Kepatuhan pada aturan dan persiapan teknis menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko dan memastikan ibadah berlangsung aman.
Para jemaah diimbau terus mengikuti arahan resmi dan menjaga kondisi fisik hingga seluruh rangkaian puncak haji selesai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Latih Wirausaha Muda Sablon di Curug Sangereng
UMN melatih 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng dalam sablon manual dan desain digital berbasis AI...
UMN Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Serdang Wetan Lewat Program PDB
UMN menggelar Program PDB di Desa Serdang Wetan Agustus 2026 untuk memperkuat produksi, manajemen, dan pemas...
Kebakaran Pabrik ATK di Bekasi Utara Berhasil Dipadamkan
Kebakaran pabrik ATK di Kaliabang, Bekasi Utara pada 17 Agustus 2026 berhasil dipadamkan; 10 mobil damkar di...
Bulog Pastikan Stok Pangan NTT Aman, Siapkan 20 Ton Beras per Kabupaten
Bulog pastikan stok beras 35–37 ribu ton di NTT; setiap kabupaten diminta sediakan 20 ton beras dan 1.000 li...
Sandri Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Gempa NTT
Sandri memuji respons cepat Polri setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT; 845 personel dan logistik dikerahkan u...
Granat Tangan Diduga Buatan Inggris Ditemukan di Bekasi
Granat tangan diduga buatan Inggris ditemukan di Bekasi pada 17 Agustus 2026; tim jibom evakuasi ke Markas G...