Wamen Ekraf Puji Persiapan Pagelaran Sabang Merauke 2026
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memuji kesiapan pagelaran Pagelaran Sabang–Merauke 2026 yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026, di Grand Indonesia. Eksekutif Produser acara, Silvi Liswanda, menyatakan persiapan telah matang dan melibatkan ribuan pelaku seni dari seluruh Nusantara. Pujian itu disampaikan saat konferensi pers kick off acara, yang menegaskan tujuan penguatan apresiasi budaya nasional.
Apresiasi dari Wamen Ekraf
Irene memuji keragaman dan kualitas karya yang dipresentasikan dalam persiapan pagelaran. Ia menekankan pentingnya memahami perbedaan sambil membuka ruang apresiasi antar daerah. Pernyataan ini disampaikan untuk mendorong kolaborasi dan semangat kebersamaan dalam pelestarian budaya.
“Penting bagi kita untuk memahami perbedaan yang ada, namun tetap membuka ruang apresiasi. Hal ini bisa kita jalankan bersama dengan saling mendukung dan menjaga semangat kebersamaan,”
Skala Produksi dan Keterlibatan
Menurut Silvi, pagelaran tahun ini meningkat dari sisi produksi dan keterlibatan pelaku seni. Pementasan dirancang menampilkan kekayaan budaya secara luas, namun dikemas lebih modern dan menghibur. Tujuannya untuk menarik minat masyarakat, terutama generasi muda.
- Jumlah pelaku seni: sekitar 1.700 orang, termasuk penari dari Sabang hingga Merauke dan musisi tradisional.
- Kostum: lebih dari 1.500 kostum disiapkan untuk berbagai segmen tarian.
Tema Tahun Ini: Hikayat Srikandi Nusantara
Pagelaran sebelumnya mengangkat tema Hikayat Nusantara. Untuk 2026, tema yang diusung adalah Hikayat Srikandi Nusantara. Tema ini menyoroti peran perempuan dalam perjalanan bangsa dan menampilkan narasi pahlawan perempuan dari berbagai daerah.
Kolaborasi Tradisi dan Orkestra
Silvi menegaskan kekuatan acara terletak pada perpaduan unsur tradisional dan pengolahan modern. Musik tradisional akan dikombinasikan dengan aransemen orkestra sehingga memberi nuansa segar pada pertunjukan. Produksi juga melibatkan Jakarta Concert Orchestra dan sejumlah penampil ternama.
“Penonton nantinya tinggal datang dan menikmati pertunjukan dari awal hingga akhir,”
Harapan dan Dampak
Panitia berharap pagelaran dapat meningkatkan kecintaan publik terhadap budaya Nusantara. Selain itu, ada harapan karya-karya yang ditampilkan bisa berkembang ke panggung internasional. Dengan persiapan yang matang, penyelenggara optimistis pengalaman penonton akan lebih spektakuler dan bernilai edukatif.
Pagelaran ini diharapkan menjadi platform tahunan yang konsisten menampilkan keberagaman seni serta memperkuat posisi budaya Indonesia di kancah nasional dan global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...