Seniman Soroti Dampak Kebijakan Ekonomi pada Pekerja Kreatif
Georindang Batulambang, musisi asal Depok, menyambut positif pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026, namun mengingatkan agar kebijakan ekonomi pemerintah benar-benar berdampak bagi pekerja kreatif.
Respons seniman atas pidato presiden
Pidato Presiden yang memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 dinilai Geo membuka transparansi mengenai tantangan ekonomi global. Ia menyebut langkah itu baik karena publik dapat memahami arah kebijakan dan target ekonomi pemerintah ke depan.
“Kalau saya melihatnya langkah Presiden menyampaikan langsung arahan ekonomi itu bagus,” kata Geo.
Tekanan biaya dan ketidakpastian penghasilan
Meski mengapresiasi keterbukaan, Geo menekankan bahwa target pertumbuhan saja tidak cukup. Ia mengingatkan tekanan nyata yang dihadapi pelaku industri kreatif setiap hari.
Beberapa masalah yang disebutkan meliputi:
- Kenaikan biaya sewa tempat pertunjukan;
- Biaya produksi musik yang meningkat;
- Kenaikan kebutuhan hidup sehari-hari yang menekan pendapatan.
“Jangan sampai juga ekonomi tumbuh, tapi ruang hidup sektor kreatif justru makin sempit,” kata Geo.
Menurutnya, banyak musisi dan pekerja kreatif muda masih menghadapi ketidakpastian penghasilan sehingga sulit mempertahankan profesi mereka.
Harapan kebijakan yang berpihak
Geo meminta agar kebijakan ekonomi tidak hanya kuat dalam angka pertumbuhan, tetapi juga kuat dalam keberpihakan kepada kelompok kecil dan pelaku seni. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan usaha kreatif agar kontribusi sektor ini terhadap ekonomi dan ekspresi anak muda tetap terjaga.
“Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan ekonomi tadi tidak hanya kuat di angka. Tetapi juga kuat dalam keberpihakan terhadap masyarakat kecil dan pelaku seni,” ujar Geo.
Konteks pidato dan langkah ke depan
Pidato tersebut menandai kali pertama Presiden menyampaikan pendahuluan RAPBN secara langsung dalam rapat paripurna DPR. Langkah ini membuka ruang diskusi publik mengenai bagaimana target makro ekonomi diterjemahkan menjadi kebijakan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Implikasinya, pembuat kebijakan perlu merumuskan langkah konkret yang melindungi dan memberdayakan sektor kreatif, termasuk insentif, akses ruang pertunjukan terjangkau, dan dukungan bagi pendapatan pelaku seni agar komunitas kreatif dapat bertahan di tengah tekanan ekonomi global.
Berita Terkait
Pemerintah Bentuk Danantara untuk Kelola Ekspor SDA
Pemerintah bentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia kelola ekspor SDA mulai 1 Juni 2026; pelaporan hingga De...
Surya Paloh: Optimisme Didorong Pidato Presiden Bisa Perkuat Rupiah
Surya Paloh optimistis rupiah menguat usai pidato Presiden Prabowo tentang KEM-PPKF 2027 dan penetapan asums...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kemakmuran Rakyat
Pemerintah perkuat pengelolaan SDA; Satgas ambil alih hampir 6 juta ha sawit dan sitaan mencapai Rp45 triliu...
Wamen Ekraf Puji Persiapan Pagelaran Sabang Merauke 2026
Wamen Ekraf Irene Umar memuji kesiapan Pagelaran Sabang–Merauke 2026 yang melibatkan sekitar 1.700 pelaku se...
Komisi VII: UMKM Harus Tingkatkan Kualitas Hadapi Tekanan Ekonomi
Samuel Wattimena mendorong UMKM tingkatkan kualitas produk dan kepala daerah perkuat pembinaan sebagai respo...
Prabowo: Kritik PDI-P Menyakitkan tapi Menyelamatkan
Prabowo mengaku pilu menerima kritik keras PDI-P di Rapat Paripurna DPR, namun menilai kritik itu penting un...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!