Lokal

Lapas Tanjung Gusta Gelar Puja Bakti untuk Warga Binaan Buddha

Bagikan:
Warga binaan Lapas Tanjung Gusta mengikuti puja bakti yang dipandu Bhikkhuni Ayya Sati

MEDAN — Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan menggelar puja bakti bersama Yayasan Sangha Bodhiphakkhiya Nusantara dari Rumah Ibadah Pondok Sati, Jumat (23/10). Kegiatan dipandu Bhikkhuni Ayya Sati dengan tema Manasikara Sutta untuk memperkuat pembinaan kerohanian dan kepribadian warga binaan beragama Buddha.

Kegiatan dan tema pembinaan

Puja bakti berlangsung sebagai bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan di Lapas Tanjung Gusta. Acara diisi dengan ritual puja, pembacaan teks, dan sesi refleksi diri yang dipandu oleh Bhikkhuni Ayya Sati. Tema Manasikara Sutta dipilih untuk mendorong pengembangan kesadaran diri dan perhatian (mindfulness) dalam kehidupan sehari-hari warga binaan.

Tujuan pembinaan

Kepala Lapas Tanjung Gusta, Fonnika Afandi, menyatakan tujuan kegiatan adalah meningkatkan ketenangan batin serta kemampuan pengendalian diri warga binaan. Menurutnya, pembinaan spiritual juga membantu narapidana mengambil keputusan yang lebih bijak.

"Pembelajaran ini diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan ketenangan batin, mengendalikan diri, dan mengambil keputusan secara lebih bijaksana,"

Selain itu, pembinaan keagamaan ditujukan untuk menumbuhkan sikap disiplin, toleransi, dan penghargaan antarwarga binaan. Kegiatan dianggap sebagai sarana rehabilitatif yang mendukung proses perubahan perilaku.

Hak beribadah dan kerja sama kelembagaan

Fonnika menegaskan Lapas Tanjung Gusta mendukung penuh pelaksanaan ibadah sesuai agama dan kepercayaan warga binaan. Kerja sama dengan lembaga keagamaan, seperti Yayasan Sangha Bodhiphakkhiya Nusantara, menjadi bagian strategi pembinaan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Melalui puja bakti ini, warga binaan diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan untuk introspeksi, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,"

Dampak dan prospek

Penyelenggaraan kegiatan semacam ini menunjukkan arah pembinaan di lapas yang mengedepankan pendekatan humanis. Ke depan, Lapas Tanjung Gusta berniat memperluas kerja sama dengan berbagai organisasi keagamaan untuk menjangkau kebutuhan spiritual seluruh warga binaan.

Catatan: Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan hak beribadah terpenuhi sambil mendorong reintegrasi sosial warga binaan melalui pendekatan spiritual dan moral.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait