Nasional

Keutamaan dan Niat Puasa Zulhijah: Jadwal 1–9 Zulhijah 2026

Bagikan:
Ilustrasi kalender bulan Zulhijah dan jadwal puasa sunnah

Umat Muslim dianjurkan menjalankan puasa sunnah pada 1–9 Zulhijah, menjelang Hari Raya Iduladha pada 10 Zulhijah 1447 H. Pada 2026, 1 Zulhijah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Artikel ini merangkum tiga keutamaan puasa Zulhijah serta bacaan niat yang dibaca malam atau siang hari.

Tiga keutamaan puasa Zulhijah

1. Pahala dilipatgandakan

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah disebut sebagai waktu yang sangat utama untuk beribadah. Nabi Muhammad SAW menganjurkan memperbanyak amal pada periode ini karena nilai ibadah yang tinggi.

"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Zulhijah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar" (HR At-Tarmidzi).

2. Dosa dihapus selama dua tahun — keutamaan Puasa Arafah

Puncak keutamaan muncul pada Puasa Arafah (9 Zulhijah). Hadis menyebutkan efek penghapusan dosa yang luas bagi yang berpuasa pada hari ini.

"Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang."

Hadis lain membandingkan manfaat puasa Arafah dengan puasa Asyura (10 Muharam) yang menghapus dosa setahun yang lalu.

3. Pembebasan dari siksa neraka pada Hari Arafah

Hari Arafah juga disebut sebagai hari ketika Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka. Keistimewaan ini menegaskan nilai spiritual hari tersebut bagi umat Islam.

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah" (HR Muslim).

Selain itu, Puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah memiliki makna spiritual sebagai persiapan dan penyucian diri menjelang Hari Arafah. Hukumnya sunnah, tetapi sangat dianjurkan untuk meraih keberkahan bulan ini.

Bacaan niat puasa Zulhijah

Berikut bacaan niat yang dapat dibaca pada malam hari sebelum imsak. Teks transliterasi disertai arti dalam bahasa Indonesia.

Niat malam (jika diucapkan sebelum fajar)

  • Puasa 1–7 Zulhijah
    Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ."
  • Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)
    Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'âlâ."
  • Puasa Arafah (9 Zulhijah)
    Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'âlâ."

Niat siang (jika lupa pada malam hari)

  • Puasa 1–7 Zulhijah
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'âlâ."
  • Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'âlâ."
  • Puasa Arafah (9 Zulhijah)
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
    Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ."

Penutup

Melaksanakan puasa pada hari-hari awal Dzulhijjah menjadi kesempatan memperbanyak amal, menyucikan diri, dan memohon ampunan. Semoga umat dimudahkan dalam menjalankan ibadah sunnah ini dan meraih keberkahan di bulan yang mulia.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!